StockReview.id – Emiten holding dan investasi PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII), menyampaikan Informasi tentang Pembagian Dividen Interim Perseroan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 25 November 2022.

Melalui keterangan resmi emiten yang bergerak di sektor perusahaan holding dan investasi yang tercatat di papan pengembangan BEI ini sejak 8 Juli 2014. Sesuai dengan keputusan Direksi yang telah disetujui Dewan Komisaris pada tanggal 03 November 2022, perseroan akan membagikan dividen interim Rp116 per saham.

Total nilai dividen sekurang-kurangnya sebesar Rp59,797 miliar dan sebanyak-banyaknya Rp60 miliar, tulis Jenny Sutio Corporate Secretary Batavia Prosperindo Internasional (BPII) yang dikutip, Selasa (8/11/2022).

Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi 15 Nov 2022 (Selasa), Ex Dividen Di pasar Reguler dan Negosiasi 16 Nov 2022 (Rabu), Recording Date DPS yang berhak atas Dividen Cum Dividen di Pasar Tunai 17 Nov 2O22 (Kamis) dan Ex Dividen di Pasar Tunai 18 Nov 2022 (Jumat).

Data Keuangan per 30 September 2022 yang mendasari pembagian Dividen adalah Rp592,69 miliar, Saldo Laba Ditahan yang Tidak Dibatasi Penggunaannya Rp1,295 triliun dan ekuuitas rp1,567 triliun.

Pendapatan lain-lain melonjak ke Rp558,30 miliar dari Rp16,32 miliar. Pendapatan lain-lain disini yang dimaksud adalah Pendapatan denda keterlambatan dan pinalti diakui pada saat denda keterlambatan dan pinalti diterima.

Data keuangan BPII per 30 September 2022 memang tak bisa di pungkiri telah mengalami lonjakan sangat signifikan dengan torehan Jasa manajemen investasi dan lainnya melonjak ke Rp358,26 miliar dari Rp301,08 miliar, pendapatan jasa transportasi naik ke Rp239,22 miliar dari Rp148,92 miliar.

Perseroan asat ini memiliki beberapa entitas usaha seperti PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT Batavia Prosperindo Sekuritas, PT Batavia Prosperindo Finance Tbk, PT Batavia Prosperindo Trans Tbk dan akan menjadi pemegang saham dari PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) melalui skema right issue.

Pendapatan lain-lain melonjak ke Rp558,30 miliar dari Rp16,32 miliar. Pendapatan lain-lain disini yang dimaksud adalah Pendapatan denda keterlambatan dan pinalti diakui pada saat denda keterlambatan dan pinalti diterima.

Sehingga total pendapatan menyembul jadi Rp1,34 triliun dari hanya Rp699,31 miliar. Torehan pendapatan yang menjulang mengangkat Laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyentuh atap Rp592,69 miliar jauh dibandingkan periode september 2021 yang hanya Rp74,70 miliar.

Bahkan untuk posisi laba per saham dasar sudah sampai ke level Rp1.149,75 per saham dari sebelumnya hanya Rp124,65 per saham dasar.