Finansial

Di era sekarang meski transaksi digital perbankan makin banyak digunakan oleh masyarakat, ternyata transaksi melalui mesin ATM (anjungan tunai mandiri) di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) masih mencatatkan pertumbuhan. SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menjelaskan bahwa hingga akhir semester-I 2025, jumlah transaksi melalui mesin ATM BTN tumbuh lebih dari 6% dibandingkan tahun lalu (year-on-year/YoY), dengan total volume transaksi mencapai lebih dari Rp 31,3 triliun. “Hingga semester-I 2025, layanan ATM BTN masih menjadi pilihan bagi banyak nasabah untuk bertransaksi. Di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital, penggunaan kartu ATM justru menunjukkan tren positif,” kata Thomas saat dihubungi Kontan, Jumat (15/8/2025). Baca Juga: Prabowo: Pendidikan Jadi Senjata Utama Perangi Kemiskinan Thomas kemudian bilang capaian ini menegaskan bahwa meski masyarakat sudah beralih ke transaksi digital mobile, layanan ATM mulai dari tarik tunai, transfer, hingga pembayaran, masih memegang peran penting dalam keseharian nasabah BTN. Pada tahun 2025, BTN mengoperasikan lebih dari 2.000 unit mesin ATM dan CRM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kata Thomas, penyebaran unit ATM ini menjadi bagian dari komitmen BTN untuk menghadirkan akses layanan perbankan yang merata bagi seluruh nasabah. “Selain itu, jaringan tersebut juga terhubung dengan ATM Himbara yang jumlahnya mencapai lebih dari 46.000 unit di seluruh Indonesia. Integrasi ini memudahkan nasabah BTN untuk melakukan berbagai transaksi tanpa harus terpaku pada lokasi ATM BTN saja,” tambahnya. Menurutnya, seiring dengan peningkatan transaksi digital yang makin terbiasa digunakan oleh masyarakat, peran mesin ATM di masa depan akan terus beradaptasi. Meskipun begitu, keberadaan ATM tetap memiliki fungsi yang penting terutama untuk melayani kebutuhan transaksi tunai di berbagai wilayah yang belum sepenuhnya tergantikan oleh layanan digital mobile Guna memastikan maintenance mesin-mesin ATM di berbagai wilayah, saat ini BTN tengah melakukan peremajaan dengan migrasi bertahap ke mesin CRM yang menggabungkan fungsi tarik tunai dan setor tunai dalam satu perangkat sehingga meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi. “Kami juga sedang menjajaki kerja sama pengelolaan ATM dengan Jalin dan Himbara, sehingga keberadaan ATM Himbara akan jauh lebih optimal dan menjangkau lokasi terjauh di masyarakat,” pungkasnya.

×

Di era sekarang meski transaksi digital perbankan makin banyak digunakan oleh masyarakat, ternyata transaksi melalui mesin ATM (anjungan tunai mandiri) di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) masih mencatatkan pertumbuhan. SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menjelaskan bahwa hingga akhir semester-I 2025, jumlah transaksi melalui mesin ATM BTN tumbuh lebih dari 6% dibandingkan tahun lalu (year-on-year/YoY), dengan total volume transaksi mencapai lebih dari Rp 31,3 triliun. “Hingga semester-I 2025, layanan ATM BTN masih menjadi pilihan bagi banyak nasabah untuk bertransaksi. Di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital, penggunaan kartu ATM justru menunjukkan tren positif,” kata Thomas saat dihubungi Kontan, Jumat (15/8/2025). Baca Juga: Prabowo: Pendidikan Jadi Senjata Utama Perangi Kemiskinan Thomas kemudian bilang capaian ini menegaskan bahwa meski masyarakat sudah beralih ke transaksi digital mobile, layanan ATM mulai dari tarik tunai, transfer, hingga pembayaran, masih memegang peran penting dalam keseharian nasabah BTN. Pada tahun 2025, BTN mengoperasikan lebih dari 2.000 unit mesin ATM dan CRM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kata Thomas, penyebaran unit ATM ini menjadi bagian dari komitmen BTN untuk menghadirkan akses layanan perbankan yang merata bagi seluruh nasabah. “Selain itu, jaringan tersebut juga terhubung dengan ATM Himbara yang jumlahnya mencapai lebih dari 46.000 unit di seluruh Indonesia. Integrasi ini memudahkan nasabah BTN untuk melakukan berbagai transaksi tanpa harus terpaku pada lokasi ATM BTN saja,” tambahnya. Menurutnya, seiring dengan peningkatan transaksi digital yang makin terbiasa digunakan oleh masyarakat, peran mesin ATM di masa depan akan terus beradaptasi. Meskipun begitu, keberadaan ATM tetap memiliki fungsi yang penting terutama untuk melayani kebutuhan transaksi tunai di berbagai wilayah yang belum sepenuhnya tergantikan oleh layanan digital mobile Guna memastikan maintenance mesin-mesin ATM di berbagai wilayah, saat ini BTN tengah melakukan peremajaan dengan migrasi bertahap ke mesin CRM yang menggabungkan fungsi tarik tunai dan setor tunai dalam satu perangkat sehingga meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi. “Kami juga sedang menjajaki kerja sama pengelolaan ATM dengan Jalin dan Himbara, sehingga keberadaan ATM Himbara akan jauh lebih optimal dan menjangkau lokasi terjauh di masyarakat,” pungkasnya.

Sebarkan artikel ini

Meski era digital banking berkembang pesat, transaksi ATM BTN tumbuh 6% di semester I 2025 dengan volume Rp31,3 triliun, didukung 2.000 unit ATM/CRM dan jaringan Himbara.

StockReview.id – Di tengah maraknya penggunaan layanan digital banking, transaksi melalui mesin ATM PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) masih mencatat pertumbuhan positif. Hingga akhir semester I 2025, jumlah transaksi ATM BTN tumbuh lebih dari 6% year-on-year (YoY) dengan total volume mencapai Rp31,3 triliun.

SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, menjelaskan bahwa meski mobile banking semakin populer, layanan ATM tetap menjadi pilihan banyak nasabah untuk melakukan tarik tunai, transfer, dan pembayaran.

“Penggunaan kartu ATM masih menunjukkan tren positif. Layanan ATM BTN tetap memegang peran penting dalam keseharian nasabah,” kata Thomas, Jumat (15/8/2025).

BTN saat ini mengoperasikan lebih dari 2.000 unit ATM dan CRM di seluruh Indonesia, yang terhubung dengan jaringan ATM Himbara sebanyak 46.000 unit. Integrasi ini memudahkan nasabah BTN untuk bertransaksi di lokasi mana pun tanpa terbatas pada ATM BTN.

Seiring perkembangan teknologi, BTN melakukan peremajaan ke mesin CRM yang menggabungkan fungsi tarik tunai dan setor tunai dalam satu perangkat untuk meningkatkan kenyamanan nasabah. Selain itu, BTN tengah menjajaki kerja sama pengelolaan ATM dengan Jalin dan Himbara agar jaringan ATM lebih optimal dan menjangkau wilayah terpencil.

Menurut Thomas, meski transaksi digital akan terus tumbuh, ATM akan tetap memiliki fungsi vital terutama di daerah yang masih membutuhkan layanan tunai.