Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – Konstruksi mega proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dilaporkan telah menyerap dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp 72,3 triliun sepanjang tiga tahun terakhir.

Anggaran IKN tersebut meningkat setiap tahunnya. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa anggaran IKN tahun 2022 sebesar Rp 5,5 triliun, tahun 2023 sebesar Rp 27 triliun, dan tahun 2024 sebesar Rp 39,8 triliun.

Padahal, postur APBN untuk pembangunan IKN hanya didesain sebesar 20% dari total kebutuhan anggaran IKN Rp 466 triliun atau sekitar Rp 93,2 triliun. Artinya, jika mengacu pada rencana pos pendanaan IKN tersebut, gelontoran APBN sebesar Rp 72,3 triliun telah mencapai 77,57%.

Menanggapi hal itu, Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, mengingatkan agar pemerintah, khususnya Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), dapat segera menggaet investor sebagai sumber pendanaan IKN baru.

“Biaya dari APBN tinggal sedikit saja dan bisa habis digunakan pada 2025-2026. Tugas Otorita IKN adalah bekerja keras mencari investor untuk mendanai pembangunan IKN. Dari sektor swasta, porsinya 80% atau sebesar Rp 372,8 triliun,” ujarnya.

Upaya mendatangkan investor dipandang sebagai tantangan besar, karena hingga saat ini investasi di IKN terkesan kurang signifikan. Nirwono berpandangan, lambannya geliat investasi di IKN disebabkan oleh desain kota tersebut yang lebih sebagai pusat pemerintahan, bukan kota komersial atau bisnis.

Hal ini menimbulkan kondisi wait and see di kalangan investor. Terlebih, hingga saat ini belum terlihat jelas berapa populasi masyarakat IKN ke depan.

Sebagai strategi, Nirwono menilai pemerintah dapat melakukan pengembangan wilayah perkotaan di sekitar area mega proyek tersebut, dengan tujuan agar ekosistem investasi di sana dapat terdorong.

“Otorita IKN dapat mulai memasarkan rencana pengembangan wilayah perkotaan (WP). Masih ada 8 WP di luar KIPP IKN yang bisa dikembangkan sebagai kota industri, kota riset dan pendidikan, kota bisnis, hingga kota wisata,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengatakan pihaknya terus mendorong masuknya investasi asing di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN), sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Basuki menjelaskan, Otoritas IKN tengah mempercepat proses masuknya investasi asing, dan saat ini sudah ada beberapa surat terkait minat investasi atau letter of intent (LOL) agar segera dilakukan groundbreaking pada Juli 2024 mendatang.

Dia mengatakan, para calon investor rata-rata mengincar imbal hasil investasi atau internal rate of return (IRR) yang cukup signifikan, yaitu di atas 12%.