StockReview.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba industri fintech peer to peer (P2P) meningkat per Mei 2024. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyampaikan berdasarkan data per Mei 2024, industri fintech lending mencatatkan peningkatan laba menjadi sebesar Rp 277,02 miliar.

“Adapun laba per April 2024 sebesar Rp 173,73 miliar. Perolehan per Mei 2024, sejalan dengan penyaluran pendanaan bulanan yang meningkat,” ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (9/7).

Sebelumnya, Agusman menerangkan fintech lending berhasil membalikkan keadaan dari merugi sejak awal Januari 2024 menjadi untung per April 2024.

Sebagai informasi, industri fintech P2P lending tercatat merugi pada Januari 2024 sebesar Rp 135,57 miliar, kemudian Februari 2024 sebesar Rp 97,53 miliar.

Kerugian industri fintech lending terus menurun hingga pada Maret 2024 yang hanya merugi senilai Rp 27,30 miliar. Akhirnya, bisa membalikkan keadaan per April 2024.

Terkait kinerja, OJK mencatat outstanding pembiayaan fintech P2P lending pada Mei 2024 mencapai Rp 64,56 triliun. Adapun pencapaian pada Mei 2024 tumbuh sebesar 25,44% Year on Year (YoY).

Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending pada Mei 2024 tercatat dalam kondisi terjaga. TWP90 pada Mei 2024 tercatat sebesar 2,91%.
Adapun TWP90 pada Mei 2024 tercatat menurun dari posisi Mei 2023 yang sebesar 3,36%. Namun, posisi Mei 2024 meningkat jika dibandingkan dengan posisi April 2024 yang sebesar 2,79%.