Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – Pasar mobil hybrid di Indonesia semakin besar dengan peningkatan penjualan yang terjadi di setiap bulan. Hal ini terjadi karena semakin banyak brand yang meluncurkan produk hybrid dengan beragam model dan harga.

Berdasarkan data yang diolah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tercatat penjualan mobil hybrid tumbuh hingga 41 persen pada Mei 2024. Bahkan, capaian tersebut hampir menyamai peningkatan penjualan mobil nasional sebesar 46 persen dibandingkan satu bulan sebelumnya.

Pada April 2024, total wholesales atau pengiriman mobil hybrid dari pabrik ke dealer mencapai 3.960 unit. Angka tersebut tumbuh dari capaian Maret 2024, yang mencatatkan penjualan wholesales sebesar 2.807 unit.

Dari data wholesales Gaikindo, penjualan mobil hybrid terbesar masih disumbangkan oleh Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dengan total penjualan 1.256 unit. Pada April 2024, mobil MPV legendaris itu mencatatkan penjualan 1.139 unit.

Sementara Suzuki XL7 Hybrid menempati urutan kedua dengan peningkatan penjualan dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Mei 2024, XL7 Hybrid terjual 834 unit, dari sebelumnya hanya 401 unit.

Hal yang sama juga terjadi pada Toyota Yaris Cross Hybrid yang mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 569 unit. Sebelumnya, angka penjualan mobil tersebut terhenti di angka 271 unit.

Suzuki Ertiga Hybrid harus turun ke posisi keempat dengan penjualan 358 unit sepanjang Mei 2024. Mobil MPV yang berhasil menggebrak pasar di awal kehadirannya itu berada satu tingkat di atas Lexus LM 350h dengan capaian penjualan 255 unit.

Sejumlah mobil hybrid yang ditawarkan di pasar Indonesia sebagian besar mengalami peningkatan penjualan, tapi beberapa di antaranya ada yang mengalami penurunan dan juga berada di angka yang sama.

Seperti Wuling Almaz Hybrid yang mencatatkan penjualan 5 unit dalam dua bulan berturut-turut. Sedangkan Nissan Kicks E-Power mengalami penurunan penjualan dari 10 unit di April 2024, menjadi 8 unit pada Mei 2024.