StockReview.id – Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (30/3/2026). Hingga pukul 12.05 WIB, rupiah tercatat melemah 0,09 persen ke level Rp16.995 per dolar AS.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat (27/3/2026), rupiah juga ditutup melemah 0,45 persen ke posisi Rp16.980 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh sentimen global yang cenderung negatif (risk off), terutama akibat kenaikan harga minyak mentah dunia serta penguatan dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa kekhawatiran investor terhadap konflik geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan rupiah.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan terbaru terkait ketegangan di kawasan tersebut, meskipun sebelumnya terdapat pernyataan dari Gedung Putih mengenai potensi penangguhan serangan terhadap fasilitas minyak Iran.
Menurut Lukman, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berlanjut dalam jangka pendek. Ia memproyeksikan pergerakan rupiah pada hari ini akan berada di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS.












