StockReview.id – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil di tengah potensi kenaikan biaya energi global. Untuk menjaga kebijakan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan kebutuhan tambahan anggaran subsidi energi mencapai Rp90 triliun hingga Rp100 triliun.
Purbaya menjelaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan hanya mencakup komponen subsidi, belum termasuk kompensasi yang perhitungannya berbeda. Pemerintah masih akan melakukan evaluasi lanjutan terkait besaran final kebutuhan anggaran.
Meski ada tambahan beban subsidi, pemerintah menilai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup kuat. Ruang fiskal yang tersedia dinilai mampu mengantisipasi tekanan tambahan belanja energi tanpa mengganggu stabilitas keuangan negara.
Untuk menutup kebutuhan anggaran tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan efisiensi belanja kementerian dan lembaga melalui beberapa tahap penghematan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan fiskal sekaligus memastikan program prioritas tetap berjalan.
Selain itu, pemerintah juga memiliki cadangan dana dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini mencapai sekitar Rp420 triliun. Namun, penggunaan dana tersebut belum menjadi opsi utama dalam pembiayaan tambahan subsidi energi.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika harga energi global.






