Finansial

Zurich Optimistis Industri Asuransi 2026 Cerah, Regulasi OJK dan Literasi Keuangan Jadi Penopang

×

Zurich Optimistis Industri Asuransi 2026 Cerah, Regulasi OJK dan Literasi Keuangan Jadi Penopang

Sebarkan artikel ini

Zurich Indonesia optimistis prospek industri asuransi 2026 tetap cerah. Penguatan regulasi OJK, peningkatan literasi keuangan, dan kebutuhan proteksi mendorong pertumbuhan sektor ini.

Foto: Ilustrasi Zurich Indonesia.

StockReview.id – Prospek industri asuransi Indonesia pada 2026 diproyeksikan tetap cerah. Zurich Indonesia menilai penguatan regulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor ini.

OJK sendiri memperkirakan pertumbuhan aset industri asuransi nasional pada tahun ini berada di kisaran 5–7 persen. Proyeksi tersebut didukung oleh peningkatan literasi keuangan masyarakat serta kebutuhan proteksi yang semakin berkembang.

Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, mengatakan industri asuransi kesehatan kini mulai memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang.

Menurutnya, penguatan regulasi serta meningkatnya literasi masyarakat membuka peluang bagi perusahaan asuransi untuk menghadirkan inovasi produk sekaligus memperluas akses perlindungan.

“Kami melihat industri asuransi kesehatan memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang, didukung oleh regulasi yang semakin kuat dan meningkatnya literasi masyarakat. Momentum awal tahun hingga Ramadan–Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk mendorong inovasi dan memperluas akses proteksi agar semakin banyak keluarga Indonesia terlindungi secara berkelanjutan,” ujar Edhi.

Pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai fundamental industri asuransi Indonesia juga menunjukkan penguatan yang cukup signifikan.

Hal tersebut tercermin dari peningkatan aset yang dikelola perusahaan asuransi serta pengawasan regulator yang semakin ketat dalam beberapa tahun terakhir.

“Fundamental industri asuransi Indonesia terus menguat dengan peningkatan aset yang dikelola. Penguatan regulasi dan peningkatan pengawasan mendorong tata kelola industri yang lebih baik sehingga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kepercayaan publik,” jelas Nailul.

Selain itu, ketidakpastian ekonomi global juga mendorong masyarakat untuk lebih sadar terhadap pentingnya perlindungan finansial.

Menurut Nailul, dinamika risiko kesehatan maupun ekonomi membuat masyarakat semakin mempertimbangkan asuransi sebagai bagian penting dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Sejalan dengan peluang tersebut, Zurich terus mendorong pertumbuhan melalui pengembangan produk kesehatan serta perluasan layanan bagi berbagai segmen masyarakat.

Pada Januari 2026, produk asuransi kesehatan kelompok Medicillin mencatat pertumbuhan gross written premium (GWP) sebesar 40 persen secara tahunan. Sementara itu, produk kesehatan individu Zurich Optimal Health Assurance (ZOHA) juga mencatat pertumbuhan lebih dari 20 persen secara tahunan.

Direktur PT Zurich Topas Life, Fred Chan, mengatakan peningkatan kebutuhan proteksi kesehatan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis tersebut.

“Kinerja produk asuransi kesehatan Zurich menunjukkan tren positif yang didorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap proteksi,” ujarnya.

Dengan tren pertumbuhan tersebut, industri asuransi nasional diperkirakan akan terus berkembang pada 2026, didukung oleh penguatan regulasi, inovasi produk, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial.