Market

Amman Mineral Serap Capex US$ 719 Juta di Semester I-2025, Fokus Tuntaskan Proyek Strategis

×

Amman Mineral Serap Capex US$ 719 Juta di Semester I-2025, Fokus Tuntaskan Proyek Strategis

Sebarkan artikel ini

PT Amman Mineral Internasional (AMMN) serap capex US$ 719 juta di semester I-2025, fokus pada smelter, PMR, PLTGU, dan ekspansi pabrik konsentrator. Kinerja keuangan membaik, rugi bersih turun signifikan.

Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melaporkan telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 719 juta, setara dengan Rp 11,68 triliun (asumsi kurs US$ 1 = Rp 16.252,84) sepanjang semester I-2025. Angka ini mencakup 51,36% dari total capex tahun ini yang ditetapkan sebesar US$ 1,4 miliar.

Realisasi tersebut tercatat lebih rendah 17% dibandingkan pengeluaran capex pada semester I-2024 yang mencapai US$ 867 juta. Vice President Corporate Communications AMMN, Kartika Octaviana, menjelaskan bahwa penurunan ini sejalan dengan kemajuan perusahaan menuju tahap akhir proyek-proyek ekspansi besar. Ia menambahkan, sisa belanja modal sekitar US$ 648 juta ditargetkan terealisasi pada sisa tahun 2025.

Menurut Kartika, alokasi belanja modal pada paruh pertama tahun ini difokuskan untuk penyelesaian sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan pabrik pemurnian tembaga atau smelter dan fasilitas pemurnian emas modern atau Precious Metals Refinery (PMR) dengan nilai investasi sebesar US$ 110 juta. Selain itu, dana juga digunakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), fasilitas LNG, serta transmisi dan distribusi senilai US$ 75 juta. AMMN juga mengalokasikan US$ 323 juta untuk ekspansi pabrik konsentrator, US$ 124 juta untuk infrastruktur pendukung, dan US$ 87 juta untuk kebutuhan sustaining capital expenditure.

Kartika menegaskan bahwa penyelesaian smelter dan PMR menjadi prioritas utama perusahaan karena keduanya akan menjadi infrastruktur kunci dalam meningkatkan nilai tambah mineral yang dihasilkan AMMN.

Dari sisi kinerja keuangan, AMMN berhasil mencatat perbaikan signifikan pada paruh pertama 2025. Rugi bersih perusahaan menurun tajam dari US$ 138 juta pada kuartal I-2025 menjadi hanya US$ 8 juta pada kuartal II-2025. Penjualan bersih pada semester I-2025 mencapai US$ 183 juta, yang sebagian besar berasal dari penjualan katoda tembaga pada kuartal II-2025.

Peningkatan kinerja operasional juga mendorong perbaikan EBITDA. AMMN mencatat EBITDA positif sebesar US$ 86 juta pada semester I-2025, setelah sebelumnya membukukan EBITDA negatif US$ 42 juta pada kuartal I-2025. Perbaikan ini terutama terjadi pada kuartal II-2025, di mana EBITDA mencapai US$ 128 juta berkat penguatan produksi dan efisiensi operasional.

AMMN optimistis sisa tahun 2025 akan menjadi momentum penting untuk menyelesaikan proyek besar, meningkatkan volume produksi, dan memperkuat posisinya di industri pertambangan mineral nasional.