Market

Bakal Bagi Dividen, BBTN Lari Kencang di Sesi 1 IHSG Hari Ini

×

Bakal Bagi Dividen, BBTN Lari Kencang di Sesi 1 IHSG Hari Ini

Sebarkan artikel ini

StockReview.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melesat di sesi 1 perdagangan bursa efek, Jumat (24/3/2023). Data perdangan memperlihatkan saham BBTN melesat Rp 65 (5,35%) menjadi Rp 1.280.

Beberapa emiten bank juga mengalami kenaikan. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp 425 (4,05%) menjadi Rp 10.925, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp 400 (4,34%) menjadi Rp 9.625, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat Rp 250 (2,94%) menjadi Rp 8.750.

Penguatan juga melanda saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp 100 (3,64%) menjadi Rp 2.850, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menguat Rp 30 (2,50%) menjadi Rp 1.230, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menguat Rp 35 (2,22%) menjadi Rp 1.615.

Sebaliknya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp 100 (2,04%) menjadi Rp 4.800. Sedangkan sektor keuangan mencatatkan penguatan mencapai 0,68% sepanjang sesi I hari ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang melesat lebih dari 1% pada perdagangan sesi I. Ini cenderung mengikuti pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS). IHSG pun kembali menyentuh level psikologisnya di 6.700 ke atas.

Sektor teknologi memimpin penguatan, yakni mencapai 2,14%, disusul sektor transportasi yang melesat 2,06%, sektor industri dasar sebesar 1,37%, non-cyclical sebesar 1,3%, dan sektor properti sebesar 1,19%. Sedangkan untuk sektor finansial melesat 0,93%.

BBTN menyusul bank BUMN lain yang akan membagikan dividen dari laba tahun buku 2022. BTN akan menebar dividen total Rp 609,01 miliar.

Total dividen ini setara dengan 20% laba tahun lalu yang mencapai Rp 3,04 triliun. Dengan kepemilikan 60%, pemerintah Indonesia akan mengantongi dividen Rp 365,41 triliun dari BTN.

“Sebesar 80% laba akan dibukukan sebagai saldo laba ditahan,” ungkap BBTN dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.

BTN akan membagikan dividen Rp 43,39 per saham. Dengan harga saham BBTN yang ada di Rp 1.215 per saham pada akhir sesi I Senin (20/3), yield dividen BBTN mencapai 3,57%.

Berikut jadwal pembagian dividen BBTN:

Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 28 Maret 2023

Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 29 Maret 2023

Cum dividen di pasar tunai: 30 Maret 2023

Ex dividen di pasar tunai: 30 Maret 2023

Recording date: 30 Maret 2023

Pembayaran dividen: 14 April 2023

Di era sekarang meski transaksi digital perbankan makin banyak digunakan oleh masyarakat, ternyata transaksi melalui mesin ATM (anjungan tunai mandiri) di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) masih mencatatkan pertumbuhan. SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menjelaskan bahwa hingga akhir semester-I 2025, jumlah transaksi melalui mesin ATM BTN tumbuh lebih dari 6% dibandingkan tahun lalu (year-on-year/YoY), dengan total volume transaksi mencapai lebih dari Rp 31,3 triliun. “Hingga semester-I 2025, layanan ATM BTN masih menjadi pilihan bagi banyak nasabah untuk bertransaksi. Di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital, penggunaan kartu ATM justru menunjukkan tren positif,” kata Thomas saat dihubungi Kontan, Jumat (15/8/2025). Baca Juga: Prabowo: Pendidikan Jadi Senjata Utama Perangi Kemiskinan Thomas kemudian bilang capaian ini menegaskan bahwa meski masyarakat sudah beralih ke transaksi digital mobile, layanan ATM mulai dari tarik tunai, transfer, hingga pembayaran, masih memegang peran penting dalam keseharian nasabah BTN. Pada tahun 2025, BTN mengoperasikan lebih dari 2.000 unit mesin ATM dan CRM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kata Thomas, penyebaran unit ATM ini menjadi bagian dari komitmen BTN untuk menghadirkan akses layanan perbankan yang merata bagi seluruh nasabah. “Selain itu, jaringan tersebut juga terhubung dengan ATM Himbara yang jumlahnya mencapai lebih dari 46.000 unit di seluruh Indonesia. Integrasi ini memudahkan nasabah BTN untuk melakukan berbagai transaksi tanpa harus terpaku pada lokasi ATM BTN saja,” tambahnya. Menurutnya, seiring dengan peningkatan transaksi digital yang makin terbiasa digunakan oleh masyarakat, peran mesin ATM di masa depan akan terus beradaptasi. Meskipun begitu, keberadaan ATM tetap memiliki fungsi yang penting terutama untuk melayani kebutuhan transaksi tunai di berbagai wilayah yang belum sepenuhnya tergantikan oleh layanan digital mobile Guna memastikan maintenance mesin-mesin ATM di berbagai wilayah, saat ini BTN tengah melakukan peremajaan dengan migrasi bertahap ke mesin CRM yang menggabungkan fungsi tarik tunai dan setor tunai dalam satu perangkat sehingga meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi. “Kami juga sedang menjajaki kerja sama pengelolaan ATM dengan Jalin dan Himbara, sehingga keberadaan ATM Himbara akan jauh lebih optimal dan menjangkau lokasi terjauh di masyarakat,” pungkasnya.
Finansial

StockReview.id – Di tengah maraknya penggunaan layanan digital banking, transaksi melalui mesin ATM PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk…