StockReview.id – PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) mencatat kinerja yang relatif stabil sepanjang semester I-2025 di tengah penurunan penjualan pada segmen kontrak manufaktur. Perusahaan membukukan penjualan sebesar Rp 83,74 miliar, hanya naik tipis 0,01% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 83,73 miliar. Meski penjualan stagnan, laba bersih tahun berjalan justru melonjak 15,4% menjadi Rp 8,2 miliar dari sebelumnya Rp 7,11 miliar.
Direktur Utama BOBA, Yunita Sugiarto, menjelaskan penurunan terjadi pada segmen kontrak manufaktur yang memiliki volume tinggi namun margin rendah. Sebaliknya, penjualan produk reguler atau non-manufaktur mengalami kenaikan, sehingga kontribusi produk dengan margin lebih tinggi berhasil mendorong pertumbuhan laba. Peningkatan ini juga didukung oleh perluasan jaringan distribusi melalui sinergi strategis dengan KMDS, mitra yang memiliki tim distribusi dan operasional yang kuat.
BOBA optimistis laju penjualan pada paruh kedua tahun ini akan lebih baik. Perusahaan tetap mengacu pada target kenaikan penjualan dan laba sebesar 15% dibanding tahun 2024. Strategi distribusi melalui KMDS, yang memiliki 26 distributor di berbagai kota, diyakini akan memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kinerja penjualan.
Yunita menegaskan bahwa produk BOBA tetap dirancang terjangkau bagi pelaku UMKM meskipun daya beli melemah, sekaligus memberikan margin keuntungan yang menarik. Segmen ini terus menunjukkan pertumbuhan positif dan menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam mendukung bisnis UMKM di tengah tantangan ekonomi.
Untuk memperkuat kapasitas operasional, BOBA mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 16 miliar pada tahun ini. Dana tersebut difokuskan pada pembangunan gudang guna meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan baku dan produk jadi, sebagai antisipasi lonjakan produksi. Penambahan kapasitas ini diharapkan mendukung efisiensi operasional dan memperkuat kinerja perusahaan ke depan.