Finansial

BTN Tegas Tolak Developer Bangun Rumah di Lahan Sawah Produktif

×

BTN Tegas Tolak Developer Bangun Rumah di Lahan Sawah Produktif

Sebarkan artikel ini

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan tidak akan menjalin perjanjian kerja sama (PKS) dengan developer yang membangun rumah di atas lahan sawah produktif.

Sustainable Finance Framework BTN Peroleh Nilai Excellent dari Sustainable Fitch

StockReview.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan tidak akan menjalin perjanjian kerja sama (PKS) dengan developer yang membangun rumah di atas lahan sawah produktif. Kebijakan ini diambil untuk melindungi lahan pertanian sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa salah satu syarat utama bagi developer untuk menjalin PKS adalah memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang sebelumnya dikenal sebagai Izin Mendirikan Bangunan (IMB). PBG dikeluarkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan mewajibkan pengembang untuk tidak membangun perumahan di lahan sawah.

“Jika tidak ada IMB induk, sertifikat induk, atau izin lainnya yang sesuai, BTN tidak akan melanjutkan kerja sama dengan pengembang tersebut,” ujar Nixon dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (21/1).

Nixon menekankan bahwa BTN akan sangat selektif dalam memilih developer maupun notaris yang akan diajak bekerja sama. Pihaknya berkomitmen untuk selalu mengikuti aturan pemerintah demi menjaga keberlanjutan lahan produktif.

“Kami berharap aturan ini bisa melindungi lahan sawah produktif dari alih fungsi yang tidak sesuai. Kami juga meminta semua pihak untuk mematuhi kriteria yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Selain itu, BTN menyoroti kerugian yang diakibatkan oleh developer tidak bertanggung jawab. Nixon mengungkapkan bahwa ulah developer “nakal” telah menyebabkan kerugian hingga Rp1 triliun terhadap konsumen KPR. Saat ini, terdapat lebih dari 38 ribu rumah dari 4.000 proyek yang sertifikatnya belum selesai diurus oleh developer.

Kebijakan tegas BTN ini menjadi langkah strategis untuk mendorong tata kelola pembangunan yang lebih baik sekaligus melindungi konsumen dan aset negara. Dengan upaya ini, BTN berharap dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Di era sekarang meski transaksi digital perbankan makin banyak digunakan oleh masyarakat, ternyata transaksi melalui mesin ATM (anjungan tunai mandiri) di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) masih mencatatkan pertumbuhan. SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menjelaskan bahwa hingga akhir semester-I 2025, jumlah transaksi melalui mesin ATM BTN tumbuh lebih dari 6% dibandingkan tahun lalu (year-on-year/YoY), dengan total volume transaksi mencapai lebih dari Rp 31,3 triliun. “Hingga semester-I 2025, layanan ATM BTN masih menjadi pilihan bagi banyak nasabah untuk bertransaksi. Di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital, penggunaan kartu ATM justru menunjukkan tren positif,” kata Thomas saat dihubungi Kontan, Jumat (15/8/2025). Baca Juga: Prabowo: Pendidikan Jadi Senjata Utama Perangi Kemiskinan Thomas kemudian bilang capaian ini menegaskan bahwa meski masyarakat sudah beralih ke transaksi digital mobile, layanan ATM mulai dari tarik tunai, transfer, hingga pembayaran, masih memegang peran penting dalam keseharian nasabah BTN. Pada tahun 2025, BTN mengoperasikan lebih dari 2.000 unit mesin ATM dan CRM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kata Thomas, penyebaran unit ATM ini menjadi bagian dari komitmen BTN untuk menghadirkan akses layanan perbankan yang merata bagi seluruh nasabah. “Selain itu, jaringan tersebut juga terhubung dengan ATM Himbara yang jumlahnya mencapai lebih dari 46.000 unit di seluruh Indonesia. Integrasi ini memudahkan nasabah BTN untuk melakukan berbagai transaksi tanpa harus terpaku pada lokasi ATM BTN saja,” tambahnya. Menurutnya, seiring dengan peningkatan transaksi digital yang makin terbiasa digunakan oleh masyarakat, peran mesin ATM di masa depan akan terus beradaptasi. Meskipun begitu, keberadaan ATM tetap memiliki fungsi yang penting terutama untuk melayani kebutuhan transaksi tunai di berbagai wilayah yang belum sepenuhnya tergantikan oleh layanan digital mobile Guna memastikan maintenance mesin-mesin ATM di berbagai wilayah, saat ini BTN tengah melakukan peremajaan dengan migrasi bertahap ke mesin CRM yang menggabungkan fungsi tarik tunai dan setor tunai dalam satu perangkat sehingga meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi. “Kami juga sedang menjajaki kerja sama pengelolaan ATM dengan Jalin dan Himbara, sehingga keberadaan ATM Himbara akan jauh lebih optimal dan menjangkau lokasi terjauh di masyarakat,” pungkasnya.
Finansial

StockReview.id – Di tengah maraknya penggunaan layanan digital banking, transaksi melalui mesin ATM PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk…