StockReview.id – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) berencana melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue guna memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Dalam aksi tersebut, Perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 12.757.011.806 saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham. Jumlah ini setara dengan 73,76% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan rights issue.
Dengan kisaran harga pelaksanaan antara Rp100 hingga Rp150 per saham, perusahaan berpotensi meraih dana segar hingga Rp1,91 triliun dari aksi korporasi tersebut.
Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan, setiap pemegang 90 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 2 Juni 2026 pukul 16.00 WIB akan memperoleh 253 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru.
Saat ini, PT Omudas Investment Holdco tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 2,77 miliar saham atau setara 61,13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Sementara PT Republik Capital Indonesia memiliki 513 juta saham atau sekitar 11,30% dari total kepemilikan.
Dalam aksi ini, PT Omudas Investment Holdco berhak atas 7,79 miliar HMETD dan PT Republik Capital Indonesia memperoleh 1,44 miliar HMETD. Namun, kedua pemegang saham tersebut menyatakan tidak akan melaksanakan haknya dan akan mengalihkan sebagian atau seluruh HMETD kepada sejumlah pihak lain, yaitu Hilong Shipping Holding Limited (HSIL), PT Saga Investama Sedaya (SIS), Yafin Tandiono Tan, serta PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN).
Sejumlah pihak tersebut juga akan melakukan konversi utang menjadi saham. Hilong Shipping Holding Limited akan mengonversi pinjaman senilai Rp420 miliar atau setara USD25 juta. Kemudian PT Saga Investama Sedaya akan mengonversi piutang sebesar Rp210 miliar atau setara USD12,5 juta.
Selain itu, Yafin Tandiono Tan akan mengonversi hak tagih sebesar Rp184,8 miliar atau setara USD11 juta, sedangkan PT Superkrane Mitra Utama Tbk akan mengonversi piutang sebesar Rp109,2 miliar atau setara USD6,5 juta.
Secara keseluruhan, total utang yang akan dikonversi menjadi modal dalam rights issue ini mencapai sekitar Rp924 miliar.
Adapun periode perdagangan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 4 Juni hingga 10 Juni 2026. Setelah proses konversi utang dan dikurangi biaya pelaksanaan, sebagian dana hasil rights issue sebesar Rp150 miliar akan dialokasikan untuk belanja modal berupa pembelian kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS). Sementara sisanya akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perusahaan.











