Market

Dewi Shri Farmindo (DEWI) Bidik Pertumbuhan Penjualan 21% di Kuartal III-2025

×

Dewi Shri Farmindo (DEWI) Bidik Pertumbuhan Penjualan 21% di Kuartal III-2025

Sebarkan artikel ini

PT Dewi Shri Farmindo (DEWI) menargetkan penjualan tumbuh 21% di kuartal III-2025 menjadi Rp15,32 miliar lewat ekspansi jaringan, frozen food, dan kerja sama strategis.

Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI), emiten yang bergerak di sektor peternakan unggas, menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 21% pada kuartal III-2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal III-2024, perseroan membukukan penjualan senilai Rp12,66 miliar. Dengan proyeksi ini, DEWI optimistis dapat mengantongi penjualan sekitar Rp15,32 miliar pada periode Juli–September 2025.

Manajemen DEWI menjelaskan, strategi utama untuk mencapai target tersebut adalah memperluas jaringan mitra, baik pedagang besar maupun pedagang di pasar tradisional. Langkah ini diyakini mampu memperkuat penetrasi pasar serta menjaga pertumbuhan yang berkesinambungan.

Selain mengandalkan penjualan ayam karkas, DEWI juga tengah menyiapkan diversifikasi bisnis melalui produk makanan beku (frozen food) yang kini dalam proses sertifikasi halal dan izin edar dari BPOM. Produk tersebut sudah mendapat respons positif dari mitra perusahaan dan diproyeksikan menjadi pendorong pertumbuhan penjualan sekaligus meningkatkan profitabilitas. Manajemen menargetkan sertifikasi selesai sebelum akhir 2025, dengan Jawa Barat sebagai wilayah pemasaran tahap awal.

Tidak hanya mengembangkan merek sendiri, DEWI juga menjalin kemitraan dengan sejumlah ritel melalui skema Original Equipment Manufacturer (OEM). Di sisi lain, perseroan sedang mempertimbangkan kerja sama strategis dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya di Jakarta. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu fokus pemerintah.

Dengan langkah ekspansi dan diversifikasi tersebut, DEWI optimistis dapat memperkuat posisi di industri unggas sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sektor makanan olahan.