StockReview.id – Amber Japan, perusahaan yang dikenal mengelola layanan perdagangan kripto WhaleFin, telah resmi berganti nama menjadi S.BLOX per 1 Juli 2024. Perubahan merek ini terjadi setelah akuisisi Sony melalui Quetta Web, anak perusahaan Sony Group Corporation.

Proses akuisisi Sony tersebut mengikuti pengumuman Amber Group pada April 2023 yang mempertimbangkan menjual anak perusahaannya di Jepang untuk fokus ke bisnis institusional daripada bisnis ritel.

Keterlibatan Sony diharapkan membawa tingkat kredibilitas dan inovasi baru pada sektor kripto. Dengan mengintegrasikan S.BLOX ke dalam beragam bisnisnya, termasuk game, musik, dan elektronik. Langkah ini juga diperkirakan akan meningkatkan nilai pasar Sony melampaui valuasinya saat ini sebesar US$100 miliar.

Usai diakuisisi, WhaleFin, dalam keterangan resminya mengatakan, “Selain mendesain ulang layar UI, pembaruan ‘WhaleFin’ akan mencakup peluncuran aplikasi baru untuk menyediakan layanan yang lebih mudah digunakan. Setelah pembaruan, kami juga berencana untuk memperluas lebih lanjut mata uang dan fungsi yang didukung.

S.BLOX, didirikan pada 10 Januari 2018, dimiliki sepenuhnya oleh Quetta Web. Perusahaan ini terdaftar di bawah Direktur Biro Keuangan Lokal Kanto No. 00015 dan merupakan anggota dari Japan Virtual Currency Exchange Associate (JVCEA), memastikan perusahaan mematuhi standar peraturan Jepang yang ketat.

Menurut data keuangan terbaru, modal S.BLOX berjumlah sekitar 1,7 miliar yen (sekitar US$10,5 juta), yang mencerminkan fondasi keuangannya yang kuat.

Sony Serius Sudah Eksplorasi Web3

Sementara itu, selain akuisisi, sejak 2023 Sony sudah mengeksplorasi teknologi Web3 dan aset digital. Sony telah mengajukan paten untuk kerangka kerja NFT yang dirancang untuk memungkinkan penggunaan NFT sebagai aset dalam game di seluruh platform terkait. Hal tersebut menyoroti komitmen Sony untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam area inti bisnisnya.