StockReview.id – Pada 1 Juli 2024, penggabungan tiga token kripto AI termasuk Fetch.ai (FET), SingularityNET (AGIX), dan Ocean Protocol (OCEAN) secara resmi memasuki fase pertama. Penggabungan ini diharapkan akan menghasilkan token terpadu bernama Artificial Superintelligence Alliance (ASI).

Dalam tahap awal ini, token AGIX dan OCEAN telah diintegrasikan ke dalam token FET. Perdagangan FET akan terus berlangsung dengan normal, namun akan diperkenalkan dengan nama baru yakni Artificial Superintelligence Alliance.

Aliansi ASI mengatakan bahwa exchange kripto dan agregator yang ingin mendukung migrasi token ASI dapat melakukannya melalui platform khusus SingularityDAO.

Akibat penggabungan ini, mayoritas exchange kripto telah mulai delist token AGIX dan OCEAN dari platform mereka. Misalnya, Bybit telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mendukung perdagangan token ASI baru dan akan mulai menghapus pasangan perdagangan AGIX dari platform mulai 9 Juli.

Di sisi lain, Coinbase memutuskan untuk tidak mengikuti proses migrasi tersebut dan masih mengizinkan perdagangan token FET dan OCEAN di platform mereka untuk saat ini.

Sebagai solusinya, pengguna Coinbase dapat memindahkan kedua token AI itu pasca peluncuran resmi token ASI pada akhir Juli melalui self-custodial wallet pengguna, seperti Coinbase Wallet.

Merger ASI akan Dilanjutkan dengan Fase Kedua

Setelah fase pertama ini, aliansi ASI akan melanjutkan ke fase kedua yang akan difokuskan pada penyebarannya ke komunitas dan distribusi token ASI di berbagai blockchain. Fase ini juga akan memprioritaskan pemegang token secara self-custody.

Di samping itu, transisi ini juga akan mencakup pengenalan kontrak migrasi baru untuk token AGIX dan OCEAN yang belum dikonversi ke FET, serta FET berbasis Ethereum Virtual Machine (EVM). Adapun semua token FETCH AI Mainnet akan secara otomatis dikonversi menjadi ASI selama peningkatan mainnet tersebut.

“Dengan menggabungkan token kami, kami bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengintegrasikan sistem AI terdesentralisasi dengan mulus, memastikan akses yang luas ke teknologi AI yang canggih,” ungkap Humayun Sheikh, Chairman ASI dan CEO Fetch.ai.

Menyusul pengumuman itu, harga token FET mengalami kenaikan sekitar 4% dan diperdagangkan di harga US$1,35. Pada saat artikel ini ditulis (3/7/2024), harga FET terkoreksi menjadi US$1,28 dengan penurunan sekitar 2%.