Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka mengajukan usulan penyertaan modal negara (PMN) tahun anggaran 2025 sebesar Rp976 miliar untuk mengembangkan industri perkeretaapian dalam negeri.

Direktur Utama PT Inka Eko Purwanto, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa, mengatakan, usulan dana PMN itu akan dialokasikan di antaranya untuk pengembangan fasilitas produksi pabrik Inka di Madiun dan Banyuwangi, serta penyediaan beberapa komponen untuk mulai diproduksi di dalam negeri.

“Sehingga beberapa komponen yang selama ini impor bisa dikurangi dan kami sediakan di dalam negeri,” ucapnya.

Eko menyampaikan, PMN ini juga akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan angkutan penumpang dari PT KAI Group yang cukup besar. Namun, kapasitas produksi yang dimiliki PT Inka saat ini masih terbatas.

Eko menyebut kapasitas produksi Inka pada 2023 dan 2024 untuk kereta berpenggerak yang diproduksi di pabrik Madiun hanya 40 gerbong (car) per tahun. Kapasitas produksi pada 2025-2027 diperkirakan mencapai 125 car per tahun.

Namun, dengan adanya PMN pada 2024-2025, kapasitas Inka untuk kereta berpenggerak diperkirakan bisa mencapai 320 car per tahun pada 2027.

“Ini menjadi peluang untuk Inka untuk menyiapkan manufaktur Inka sehingga Inka bisa memenuhi kebutuhan sarana kereta api yang ada di dalam negeri,” ujar Eko.

Eko mengatakan, usulan PMN ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sarana perkeretaapian yang perlu diperbaharui atau replacement sesuai dengan program KRL.

Kebutuhan replacement KRL pada 2024 mencapai 19 rangkaian kereta (trainset) per tahun, kemudian pada tahun 2026 sebanyak 16 trainset per tahun, dan 8 trainset per tahun pada 2027.