StockReview.id – Midi Utama Indonesia (MIDI) sepanjang 2023 mencatat laba bersih Rp516,65 miliar. Melambung 29 persen dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp398,91 miliar. Dengan demikian, laba per saham dasar terkerek ke level Rp16,73 dari sebelumnya Rp13,84.

Lonjakan Laba itu didukung pendapatan bersih Rp17,35 triliun, menanjak 11 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp15,62 triliun. Beban pokok pendapatan Rp12,84 triliun, membengkak dari posisi sama 2022 senilai Rp11,67 triliun. Laba kotor Rp4,50 triliun, naik dari Rp3,95 triliun.

Beban penjualan dan distribusi Rp3,66 triliun, bengkak dari Rp3,15 triliun. Beban umum dan administrasi Rp414,30 miliar, naik dari Rp341,88 miliar. Pendapatan lainnya Rp335,29 miliar, melesat signifikan dari Rp196,10 miliar. Beban lainnya Rp17,51 miliar, bengkak dari Rp11,38 miliar.

Laba usaha terakumulasi Rp742,82 miliar, tumbuh dari sebelumnya Rp637,90 miliar. Pendapatan keuangan Rp4,82 miliar, melejit dari Rp3,99 miliar. Biaya keuangan Rp101,15 miliar, susut dari Rp135,48 miliar. Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan badan Rp646,49 miliar, naik dari Rp506,41 miliar.

Beban pajak final Rp10,55 miliar, susut dari Rp11,39 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan badan Rp635,94 miliar, melesat dari Rp495,02 miliar. Beban pajak penghasilan bersih Rp119,62 miliar, bengkak dari Rp95,90 miliar. Laba tahun berjalan Rp516,31 miliar, melesat dari Rp399,12 miliar.

Total ekuitas terakumulasi sebesar Rp3,91 triliun, meroket dari posisi akhir tahun sebelumnya senilai Rp1,98 triliun. Jumlah liabilitas tercatat Rp3,87 triliun, mengalami reduksi dari akhir 2022 senilai Rp4,91 triliun. Dan, total aset Rp7,78 triliun, menanjak dari edisi akhir 2022 sebesar Rp6,90 triliun.