StockReview.id – PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) melanjutkan tren kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan mencatat lonjakan laba bersih yang signifikan. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp29,32 miliar, melesat 783,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,32 miliar.
Seiring dengan capaian tersebut, laba per saham dasar dan dilusian meningkat tajam menjadi Rp15,95 dari sebelumnya Rp1,81.
Dari sisi top line, penjualan bersih SIPD tercatat sebesar Rp5,44 triliun, naik tipis 1,49 persen dibandingkan Rp5,36 triliun pada tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp4,94 triliun dari Rp4,86 triliun, sehingga laba kotor tercatat Rp496,03 miliar, sedikit lebih tinggi dari Rp492,55 miliar.
Di sisi operasional, beban penjualan meningkat menjadi Rp269,92 miliar dari Rp236,26 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi sedikit menurun menjadi Rp189,87 miliar dari Rp191,36 miliar.
Kinerja perseroan juga didorong oleh lonjakan perubahan nilai wajar aset biologis yang mencapai Rp49,1 miliar, berbalik dari posisi negatif Rp1,07 miliar pada tahun sebelumnya. Selain itu, keuntungan lain-lain turut melonjak menjadi Rp21,76 miliar dari Rp2,13 miliar.
Namun, penghasilan keuangan tercatat turun menjadi Rp7,3 miliar dari Rp18,19 miliar. Beban keuangan juga menurun menjadi Rp59,37 miliar dari Rp68,32 miliar. Di sisi lain, beban pajak penghasilan meningkat menjadi Rp25,71 miliar dari Rp12,52 miliar.
Secara keseluruhan, laba tahun berjalan SIPD mencapai Rp29,32 miliar, menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total ekuitas meningkat menjadi Rp1,24 triliun dari Rp1,2 triliun. Defisit menyusut menjadi Rp680,59 miliar dari Rp709,25 miliar. Total liabilitas turun menjadi Rp1,65 triliun dari Rp1,91 triliun, sementara total aset tercatat Rp2,88 triliun, menurun dari Rp3,12 triliun.












