StockReview.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 hingga melampaui batas 3% terhadap produk domestik bruto (PDB), apabila mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya menegaskan bahwa sebagai pembantu presiden, dirinya akan menjalankan kebijakan sesuai dengan keputusan kepala negara. Hal tersebut disampaikan saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Menurutnya, jika Presiden memerintahkan penyesuaian kebijakan fiskal termasuk pelebaran defisit, maka pemerintah siap melaksanakannya. Namun demikian, ia menekankan bahwa langkah tersebut harus mempertimbangkan respons investor dan penilaian lembaga pemeringkat internasional.
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah perlu berhati-hati karena pelebaran defisit berpotensi memengaruhi pandangan lembaga rating terhadap stabilitas fiskal Indonesia.
Meski demikian, ia menilai posisi defisit Indonesia yang selama ini dijaga di bawah 3% masih tergolong sangat baik dibandingkan banyak negara lain. Ia mencontohkan Vietnam yang memiliki defisit sekitar 4% dari PDB, sementara India berada di kisaran 5% hingga 6%.
Bahkan sejumlah negara maju seperti di kawasan Eropa, Amerika Serikat, Korea Selatan, hingga Jepang memiliki tingkat defisit yang jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia.
Karena itu, menurutnya secara angka defisit Indonesia sebenarnya masih berada dalam kondisi yang relatif sehat. Namun pemerintah tetap berhati-hati karena lembaga pemeringkat global tidak hanya menilai dari angka defisit semata, tetapi juga mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi lainnya.
Purbaya menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah tetap berkomitmen menjalankan kebijakan fiskal secara hati-hati guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.












