Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – Seiring BRICS menyambut anggota baru dan memperkuat agenda dedolarisasi mereka, pertanyaan penting muncul: dapatkah stablecoin Tether (USDT) menjadi senjata rahasia Amerika Serikat untuk mempertahankan hegemoni ekonomi mereka? Dampaknya terhadap pasar kripto dan ekonomi global sangat besar.

Upaya Dedolarisasi BRICS

Kelompok BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, baru-baru ini mengundang Iran untuk bergabung. Perluasan ini menyoroti ambisi yang semakin besar dari negara-negara ini untuk menantang supremasi ekonomi dolar AS. CEO Tether Paolo Ardoino baru-baru ini menekankan pentingnya Tether (USDT) dalam konteks ini. Dia menyatakan bahwa USDT “membawa dolar AS ke ratusan juta orang di seluruh dunia yang tinggal di negara berkembang yang membutuhkan alternatif untuk mata uang lokal mereka”. Pernyataan ini menegaskan potensi USDT untuk menjadi pengganti dolar di ekonomi yang rapuh.

Negara-negara anggota BRICS sudah lama mempertimbangkan alternatif untuk dolar dalam transaksi lintas batas. Mereka telah mengumumkan penciptaan sistem pembayaran independen berbasis mata uang digital dan blockchain. Selain itu, mereka masih meneliti kemungkinan penerapan stablecoin untuk memfasilitasi transaksi ini. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan mengisyaratkan bahwa blok tersebut mungkin akan mengeksplorasi penggunaan XRP yang terkait dengan Ripple untuk penyelesaian lintas batas.

Peran Potensial USDT

Howard Lutnick, CEO Cantor Fitzgerald, baru-baru ini menekankan pentingnya stablecoin yang didukung dolar bagi Amerika Serikat dalam menghadapi upaya dedolarisasi BRICS. Menurutnya, “dolar digital lebih penting dari sebelumnya”. Meskipun dia tidak secara eksplisit menyebutkan stablecoin mana yang harus diadopsi AS, pernyataannya mengindikasikan preferensi untuk USDT.

Dukungan halus Lutnick untuk USDT dapat dilihat sebagai strategi untuk mempromosikan kemampuan mata uang digital ini dan dengan demikian memperkuat posisi dolar AS terhadap inisiatif dedolarisasi BRICS. Dengan menawarkan alternatif yang stabil dan diterima secara luas, USDT dapat membantu mempertahankan pengaruh dolar dalam konteks persaingan yang meningkat. Namun, implikasi dari pendekatan ini banyak dan harus dipertimbangkan dengan cermat. Legitimasi dan stabilitas cadangan Tether sangat penting untuk memastikan kepercayaan pengguna dan investor.

Prospek masa depan menunjukkan bahwa Amerika Serikat perlu beradaptasi dan berinovasi untuk mempertahankan supremasi moneter mereka. Adopsi stablecoin seperti USDT yang semakin meningkat dalam transaksi internasional dapat memainkan peran kunci dalam strategi ini.