StockReview.id – Para penerbit ETF telah mengajukan formulir S-1 yang telah diperbarui untuk produk ETF Ethereum spot kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Langkah tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa regulator tersebut akan segera memberikan lampu hijau untuk peluncuran produk investasi Ether yang lama dinanti.

Menurut pengajuan SEC pada Senin (8/7/2024), VanEck telah merevisi formulir S-1 mereka dan mengubah nama produk menjadi VanEck Ethereum Trust. 21Shares juga ikut mengajukan pendaftaran baru untuk produk ETF Ethereum spot mereka yang dinamai Core Ethereum ETF.

Di samping itu, Grayscale telah melakukan revisi terhadap dua pengajuan mereka, yakni untuk produk utama Grayscale Ethereum Trust dan versi mini yang menawarkan biaya lebih rendah.

Di antara penerbit lainnya yang telah mengajukan pembaruan adalah BlackRock, Fidelity, Bitwise, dan Franklin Templeton. Meski tidak mencantumkan tanggal peluncuran yang spesifik di bursa AS, mereka menyatakan bahwa peluncuran akan dilakukan “secepat mungkin setelah tanggal efektif” pendaftaran produk tersebut.

Harapan Besar akan Peluncuran ETF Ethereum Spot

Optimisme di kalangan pelaku pasar semakin meningkat seiring dengan anggapan bahwa pengajuan revisi ini merupakan sinyal terakhir sebelum SEC akhirnya menyetujui perdagangan ETF Ether spot.

Analis ETF dari Bloomberg, Eric Balchunas, menyebutkan bahwa meskipun jadwal peluncuran ETF Ether belum bisa dipastikan, SEC kemungkinan besar akan memberikan satu umpan balik terkait harga produk ETF yang ditawarkan sebelum memberikan persetujuan final.

Pada Mei lalu, SEC telah menyetujui pengajuan formulir 19b-4 yang memungkinkan penerbit ETF Ether spot untuk mendaftarkan produk mereka di bursa saham AS.

Ketua SEC, Gary Gensler, sebelumnya telah mengindikasikan bahwa peluncuran ETF Ether kemungkinan besar akan terjadi sebelum pemilihan umum presiden AS pada November 2024.

Harga Ethereum Pulih

Kabar ini turut membawa angin segar bagi pasar kripto, khususnya bagi para investor Ether (ETH). Aset kripto terbesar kedua di dunia ini telah mengalami pemulihan setelah penurunan sebelumnya di tengah gejolak pasar kripto saat ini.

Per artikel ini ditulis (9/7/2024), nilai ETH berada di kisaran US$3.084 dengan kenaikan lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir, menurut data CoinMarketCap.

Analis pasar optimis bahwa kehadiran ETF Ether spot akan memicu gelombang adopsi ETH yang semakin besar. Misalnya, para analis dari K33 Research memprediksi bahwa kinerja harga Ethereum akan melampaui Bitcoin dalam beberapa minggu setelah ETF Ethereum spot diluncurkan di AS.

Mereka memperkirakan ETF Ether akan menyerap antara 0,75% hingga 1% dari total pasokan Ether yang beredar dalam lima bulan pertama setelah peluncuran.

Lebih lanjut, Geoff Kendrick, Head of FX Research and Digital Assets Research dari Standard Chartered Bank, menyebutkan bahwa persetujuan ini akan mendorong arus masuk ke ETF kripto spot baru hingga 2,39-9,15 juta Ether (ETH) atau setara dengan US$15 miliar-US$45 miliar dalam 12 bulan sejak peluncurannya.