Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – Serapan tenaga kerja Padat Karya Tunai (PKT) pemeliharaan jalan dan jembatan pada pertengahan 2024 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencapai 51.964 orang.

Hal ini dikatakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Menurutnya, pembangunan infrastruktur padat karya bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Menteri PUPR: Pelemahan Rupiah Bisa Berdampak pada Proyek IKN “PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/pelosok,” kata Basuki.

Dia menambahkan, Kementerian PUPR pada TA 2024 terus melanjutkan program infrastruktur kerakyatan bidang jalan dan jembatan yang dikerjakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT).

PUPR Tunjuk Hutama Karya dan Jasa Marga Jadi Operator Jalan Tol Nirsentuh Anggaran PKT dilaksanakan untuk penanganan ruas jalan nasional yang dikerjakan oleh seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) atau Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di seluruh Indonesia.

“Program PKT Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi,” katanya.