Finansial

BSI Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp72,8 Triliun hingga Juni 2025

×

BSI Salurkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp72,8 Triliun hingga Juni 2025

Sebarkan artikel ini

BSI menyalurkan pembiayaan berkelanjutan Rp72,8 triliun hingga Juni 2025, tumbuh 19,3% YoY. Fokus pada green financing, sosial financing, dan inovasi Green Zakat Framework.

BSI Luncurkan BSI Gold untuk Dorong Pendalaman Sektor Keuangan Syariah dengan Investasi Emas Syariah

StockReview.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat penyaluran pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp72,8 triliun hingga Juni 2025 (unaudited), tumbuh 19,3% year on year (YoY). Dari total tersebut, green financing mencapai Rp15,3 triliun atau naik 14,5% YoY, sementara sosial financing mencapai Rp57,5 triliun atau tumbuh 20,6% YoY.

Green financing BSI didominasi oleh sektor pengelolaan sumber daya alam hayati, penggunaan lahan berkelanjutan, eco efficient, energi terbarukan, serta pembiayaan kendaraan listrik. Sementara dari sisi sosial, BSI aktif menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan bahwa percepatan pembiayaan berkelanjutan menjadi strategi penting bank untuk menjaga kelestarian lingkungan, memastikan pertumbuhan ekonomi merata, serta memperkuat daya saing nasional di tengah tantangan perubahan iklim global.

Sejumlah program berkelanjutan yang telah dilaksanakan antara lain pembangunan green building, program one home one tree untuk setiap pencairan pembiayaan rumah, pembangunan charging station, serta penggunaan kendaraan listrik operasional. Selain itu, BSI telah menerapkan standar ISO 26000 guna mendukung pilar Sustainable Beyond Banking.

Dari sisi sosial, BSI juga aktif dalam pendayagunaan zakat. Hingga Mei 2025, perseroan telah menyalurkan zakat sebesar Rp65,6 miliar dengan total penerima manfaat mencapai 240.075 orang. Program yang dijalankan mencakup bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, hingga dakwah. Melalui Desa BSI, BSI Scholarship, dan Sentra UMKM BSI, lebih dari 15.700 masyarakat telah merasakan manfaatnya.

BSI juga memperkenalkan Green Zakat Framework, inisiatif strategis pertama di dunia yang mengintegrasikan nilai keberlanjutan dalam praktik zakat. Dengan kerangka ini, zakat tidak hanya menjadi instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan, seperti pembangunan solar panel, pengelolaan sampah terpadu, hingga pemeliharaan ekosistem laut.

Anggoro menambahkan bahwa Green Zakat merupakan solusi untuk memperluas kolaborasi antar lembaga sekaligus meningkatkan minat masyarakat dalam berzakat. Dengan potensi zakat Indonesia yang mencapai Rp327 triliun, optimalisasi melalui pendekatan berkelanjutan diharapkan mampu memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat sekaligus mendukung ekonomi hijau nasional.