Market

HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar, Pemegang Saham Terima Rp9,95 per Lembar Saham

×

HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar, Pemegang Saham Terima Rp9,95 per Lembar Saham

Sebarkan artikel ini

HAIS menyetujui pembagian dividen Rp26,1 miliar atau Rp9,95 per saham dari laba bersih 2025 sebesar Rp87,1 miliar dalam RUPST 2026.

Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp26,1 miliar kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa, 10 Maret 2026.

Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari penggunaan laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2025. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyepakati pembagian dividen sebesar Rp9,95 per lembar saham atau setara dengan 30% dari total laba bersih yang berhasil dibukukan sepanjang tahun lalu.

Sepanjang 2025, HAIS mencatatkan laba bersih sebesar Rp87,1 miliar. Sementara itu, sebesar 70% dari laba bersih atau sekitar Rp60,9 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan yang akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus mendukung rencana ekspansi bisnis di masa mendatang.

Direktur Utama HAIS, Jayanti Sari, menjelaskan bahwa kebijakan pembagian dividen ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham. Meski demikian, perusahaan tetap menjaga keseimbangan antara pembagian keuntungan dan penguatan fundamental bisnis.

Ia mengakui bahwa sepanjang 2025 industri logistik maritim menghadapi berbagai tantangan, khususnya pada segmen pengangkutan batu bara menggunakan armada tugboat dan barge. Fluktuasi harga batu bara global serta faktor cuaca turut memengaruhi aktivitas pengangkutan komoditas tersebut.

Namun di tengah dinamika tersebut, HAIS tetap mampu mempertahankan kinerja yang sehat dengan pengelolaan operasional dan keuangan yang disiplin. Hal ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk terus menjaga stabilitas bisnis.

Ke depan, HAIS berkomitmen untuk terus memperkuat daya tahan bisnis melalui berbagai strategi, termasuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan pemanfaatan armada, serta memperluas peluang kerja sama strategis guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan.