Market

Laba KRAS Melonjak 105,5 Persen, Akhiri Tren Negatif Panjang

×

Laba KRAS Melonjak 105,5 Persen, Akhiri Tren Negatif Panjang

Sebarkan artikel ini

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencatat lonjakan laba 105,5% di Q1-2026, menandai pemulihan kinerja setelah periode rugi.

StockReview.id – Emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berhasil mencatatkan kinerja impresif pada kuartal I-2026 dengan lonjakan laba yang signifikan sekaligus mengakhiri tren negatif dalam beberapa tahun terakhir.

Pada periode tersebut, KRAS membukukan laba bersih sebesar USD2,58 juta, melonjak 105,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih mencatatkan rugi sebesar USD46,9 juta. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar turut membaik menjadi USD0,0001 dari sebelumnya minus USD0,0024.

Kinerja positif ini menjadi indikasi bahwa program transformasi dan efisiensi yang dijalankan mulai menunjukkan hasil. Direktur Utama KRAS, Akbar Djohan, menegaskan bahwa efisiensi tetap menjadi fokus utama untuk menjaga keberlanjutan kinerja.

“Kinerja kami mulai meningkat bertahap awal tahun ini. Namun, kami tetap memandang bahwa program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam menjaga momentum ini,” ujarnya.

Dari sisi operasional, pendapatan usaha tercatat sebesar USD262,36 juta, tumbuh 11,75 persen dibandingkan USD234,76 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor melonjak menjadi USD38,18 juta dari USD12,95 juta.

Efisiensi juga terlihat dari penurunan sejumlah beban, termasuk beban penjualan menjadi USD4,77 juta, beban umum dan administrasi menjadi USD16,22 juta, serta beban operasi lainnya menjadi USD3,62 juta. Hasilnya, laba operasi berbalik positif menjadi USD13,56 juta dari sebelumnya rugi USD15,08 juta.

Dari sisi keuangan, biaya keuangan berhasil ditekan menjadi USD22,59 juta dari USD33,82 juta, meski terdapat kenaikan pajak final menjadi USD1,07 juta. Secara keseluruhan, laba periode berjalan mencapai USD4,56 juta, berbalik signifikan dari rugi USD45,4 juta.

Pada neraca, total aset KRAS meningkat menjadi USD2,91 miliar dari USD2,76 miliar pada akhir tahun sebelumnya. Ekuitas juga naik menjadi USD745,67 juta, sementara liabilitas tercatat sebesar USD2,16 miliar.

Dari sisi produksi, hingga Maret 2026 KRAS mencatat total output sebesar 360 ribu ton. Produksi tersebut ditopang oleh fasilitas Hot Strip Mill (HSM) sebesar 230 ribu ton dan Cold Rolling Mill (CRM) sebesar 130 ribu ton.

Manajemen menyatakan bahwa optimalisasi produksi dan efisiensi biaya akan terus menjadi strategi utama perseroan dalam memperkuat posisi sebagai pilar industri baja nasional serta mendukung kemandirian ekonomi Indonesia.