StockReview.id – Lonjakan kendaraan menuju Bandung diperkirakan terjadi selama periode libur panjang dan arus mudik Lebaran 2026. PT Jasa Marga memprediksi ratusan ribu kendaraan dari Jakarta akan melintas menuju Bandung melalui Tol Cipularang.
Senior General Manager Jasa Marga Tollroad Maintenance, Widyatmiko Nursejati, menyebutkan bahwa selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran 2026 diperkirakan sekitar 786.000 kendaraan akan keluar dari Jakarta menuju Bandung melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 3,3 persen dibandingkan periode Lebaran 2025. Jika dibandingkan dengan lalu lintas normal, jumlah kendaraan tersebut bahkan meningkat hingga 15,8 persen.
Tak hanya arus menuju Bandung, lonjakan juga diperkirakan terjadi pada arus balik. Dalam periode yang sama, sekitar 790.000 kendaraan diprediksi akan meninggalkan Bandung menuju Jakarta melalui gerbang tol tersebut.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 4,3 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu dan naik 16,1 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.
Menurut Widyatmiko, peningkatan volume kendaraan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk durasi libur Lebaran yang lebih panjang serta kebijakan work from anywhere (WFA) yang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk bepergian.
Bandung juga tetap menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat, terutama bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin berwisata kuliner atau berkumpul bersama keluarga selama libur Lebaran.
Namun, lonjakan kendaraan ini berpotensi menimbulkan kepadatan di beberapa titik, terutama di area istirahat. Di jalur menuju Bandung, rest area KM 72 dan KM 88 kerap menjadi titik antrean kendaraan ketika kapasitas parkir sudah penuh.
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk tidak berhenti di bahu jalan saat menunggu rest area karena dapat membahayakan keselamatan. Jika rest area penuh, pengendara disarankan melanjutkan perjalanan karena jarak menuju Bandung relatif dekat, sekitar 20 hingga 30 kilometer.
Sementara itu, pada arus balik menuju Jakarta, kepadatan diperkirakan terjadi di Rest Area KM 97B dan KM 125B, serta simpul lalu lintas di kawasan Dawuan.
Untuk menghindari kemacetan, masyarakat disarankan keluar dari Bandung lebih awal, khususnya sebelum pukul 15.00 WIB. Periode antara pukul 12.00 hingga 15.00 WIB dinilai masih relatif aman dari kepadatan lalu lintas.
Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah juga akan memberlakukan pembatasan kendaraan angkutan barang pada 13 hingga 29 Maret 2026. Kebijakan ini bertujuan memberikan ruang lebih bagi kendaraan pribadi yang melakukan perjalanan mudik.
Selain itu, Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi seperti optimalisasi gerbang tol, penyediaan petugas top up uang elektronik, penempatan personel di titik strategis, hingga kesiapan armada patroli dan kendaraan derek.
Berbagai fasilitas di rest area juga ditingkatkan, termasuk perbaikan toilet, taman, serta fasilitas ibadah guna memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan selama perjalanan mudik Lebaran.






