StockReview.id – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) mencatat lonjakan kinerja signifikan sepanjang tahun buku 2025, seiring keberhasilan strategi transformasi digital dan penguatan fundamental bisnis.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, laba bersih BBYB tercatat sebesar Rp565,69 miliar, melonjak 2.745 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp19,88 miliar pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama BBYB, Eri Budiono, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat 8,99 persen menjadi Rp18,97 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang naik 7,37 persen menjadi Rp14,03 triliun.
Komposisi DPK menunjukkan penguatan dana murah, di mana tabungan meningkat menjadi Rp3,50 triliun. Sementara itu, deposito relatif stabil di kisaran Rp9,86 triliun, mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan digital perseroan.
Kinerja profitabilitas turut didukung oleh perbaikan efisiensi operasional. Rasio BOPO turun menjadi 84,18 persen dari sebelumnya 99,34 persen, sementara Cost to Income Ratio (CIR) tercatat 31,33 persen dan Net Interest Margin (NIM) berada di level tinggi 14,39 persen.
Dari sisi imbal hasil, Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 3,11 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) melonjak menjadi 15,13 persen. Kualitas aset juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) net di level 0,89 persen.
Likuiditas perseroan tergolong kuat dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 51,21 persen dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 614,93 persen. Selain itu, rasio kecukupan modal (CAR) meningkat signifikan menjadi 49,07 persen.
Memasuki 2026, BBYB akan fokus pada penyaluran kredit berkualitas serta penguatan ekosistem digital. Perseroan juga berencana meluncurkan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) guna mendorong pertumbuhan bisnis berbasis pembiayaan digital.







