Market

Penjualan DRMA Tembus Rp1,5 Triliun, Laba Naik Tipis

×

Penjualan DRMA Tembus Rp1,5 Triliun, Laba Naik Tipis

Sebarkan artikel ini

Kinerja kuartal I-2026 PT Dharma Polimetal Tbk mencatat pendapatan Rp1,5 triliun, namun laba hanya tumbuh tipis akibat tekanan margin.

Foto: Istimewa.

StockReview.id – Emiten manufaktur otomotif PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membuka tahun 2026 dengan pertumbuhan pendapatan yang solid, meski belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan laba bersih.

Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun atau tumbuh 6 persen secara tahunan (year on year/yoy). Namun demikian, kenaikan ini belum mampu mendorong lonjakan laba secara signifikan.

Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso, menyampaikan bahwa capaian tersebut tetap patut diapresiasi di tengah tekanan eksternal. “Kenaikan pendapatan ini merupakan pencapaian yang pantas disyukuri di tengah isu geopolitik yang memberikan dampak negatif pada pasar manufaktur otomotif di Tanah Air,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Dari sisi kontribusi segmen, bisnis roda dua masih menjadi tulang punggung dengan sumbangan sekitar 60 persen atau Rp932,3 miliar, tumbuh tipis 0,6 persen yoy. Sementara itu, segmen roda empat menunjukkan kinerja lebih agresif dengan pertumbuhan 23,6 persen yoy menjadi Rp391,5 miliar, berkontribusi sekitar 25 persen terhadap total pendapatan.

Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10 persen sepanjang tahun 2026. Strategi yang diusung meliputi efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, serta menjaga loyalitas dan basis pelanggan.

Di sisi lain, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hanya naik 1,54 persen yoy menjadi Rp144,9 miliar, dibandingkan Rp142,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tipisnya pertumbuhan laba ini mencerminkan adanya tekanan margin di tengah dinamika biaya produksi dan kondisi pasar.

Sejalan dengan rilis laporan keuangan tersebut, saham DRMA pada perdagangan Selasa (28/4) tercatat turun 6,19 persen ke level Rp985. Penurunan ini terjadi bertepatan dengan momentum ex date dividen perseroan.