StockReview.id – PT Astra Otoparts Tbk menyiapkan modal kerja atau capital expenditure (capex) sama seperti tahun 2022 yaitu di kisaran Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun. Direktur AUTO Wanny Wijaya menjelaskan belanja modal yang dianggarkan pada tahun 2023 akan dialokasikan untuk proses implementasi digitalisasi serta otomasi di lini bisnis manufaktur.

“Capex untuk tahun 2023 kurang lebih sama dengan dengan range capex tahun 2022 dan bersumber dari kas perusahaan,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (2/1).

Sementara iyu, mengenai target kinerja perseroan, Wanny optimis penjualan perseroan akan terus tumbuh tinggi seiring pulihnya roda perekonomian dan pertumbuhan industri yang terus menunjukkan pergerakan positif. Keyakinan tersebut diungkapkan berdasarkan data yang dimuat oleh Gaikindo dan AISI dimana angka penjualan mobil atau roda empat hingga bulan November 2022 sudah mencapai target dimana sebesar 900.000 unit.

Sementara untuk motor atau roda dua baru mencapai penjualan sebanyak 4.700.000 unit dari target yang ditetapkan sebesar 5.100.000 unit.

“Khusus untuk bottom line, kami akan melihat performa kami selanjutnya,” jelasnya.

Wanny mengatakan belum dapat memberikan informasi lebih terkait aksi korporasi atau ekspansi dan diversifikasi yang akan dilakukan perseroan ke depannya di tahun 2023.

Sebelumnya, AUTO telah mengembangkan bisnis baru yaitu alat pengisian daya kendaraan listrik. Setelah pertama kali memperkenalkan Astra Otopower pada 25 Juli 2022 , AUTO juga menjual alat pengisi daya kendaraan listrik untuk konsumen umum.

“Astra Otopower merupakan salah satu inovasi untuk mendukung energi baru terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia yang merupakan bisnis yang berbeda dari yang sebelumnya dijalankan yaitu manufaktur dan perdagangan komponen otomotif,” tuturnya.