Ekonomi

Bappenas: Alokasi Dana Alokasi Khusus 2026 Hampir Rp155 Triliun

×

Bappenas: Alokasi Dana Alokasi Khusus 2026 Hampir Rp155 Triliun

Sebarkan artikel ini

Bappenas tetapkan alokasi DAK 2026 hampir Rp155 triliun untuk dukung layanan publik, pertumbuhan ekonomi daerah, pengentasan stunting, dan pengembangan infrastruktur.

StockReview.id – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mengumumkan bahwa total alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026 mencapai hampir Rp155 triliun. Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas, Medrilzam, menjelaskan bahwa anggaran tersebut terdiri dari DAK fisik sebesar Rp5 triliun, DAK non-fisik Rp147,3 triliun, dan hibah ke daerah sebesar Rp2,75 triliun.

Menurut Medrilzam, kebijakan DAK 2026 akan diarahkan untuk mendukung lima tujuan utama, yaitu mencapai prioritas nasional, mempercepat pembangunan daerah, mengurangi kesenjangan layanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mendukung operasionalisasi layanan publik. Konsep THIS (Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial) akan diterapkan untuk memperkuat sinergi DAK dengan belanja kementerian dan lembaga. Selain itu, tata kelola penyaluran akan diperkuat dengan mekanisme langsung kepada penerima manfaat dan penyedia layanan, terutama tunjangan guru, dokter spesialis, dan dokter subspesialis di daerah 3T.

Untuk hibah ke daerah, pemerintah berencana melanjutkan dukungan pembangunan dan pengembangan MRT Jakarta serta menyinergikan pembiayaan dengan hibah lainnya. Bappenas menekankan pentingnya peningkatan kualitas perencanaan, pengalokasian, pelaksanaan, dan evaluasi program agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh kelompok sasaran.

Secara umum, DAK 2026 akan mencakup alokasi fisik, non-fisik, dan hibah ke daerah, dengan fokus pada layanan dasar, operasionalisasi layanan publik, pertumbuhan ekonomi daerah, dan program tematik prioritas. Layanan dasar mencakup sektor kesehatan, infrastruktur jalan, air minum, dan sanitasi, sedangkan dukungan non-fisik meliputi Bantuan Operasional Satuan Pendidikan, Tunjangan Guru ASN Daerah, Bantuan Operasional Kesehatan, layanan perlindungan perempuan dan anak, BOP Museum dan Taman Budaya, serta pengembangan perpustakaan daerah.

Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, DAK diarahkan pada penguatan kawasan produksi pangan melalui sektor pertanian dan infrastruktur jalan, serta pengembangan pariwisata melalui pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan dan fasilitas sanitasi persampahan. Medrilzam menegaskan bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di daerah.

Selain itu, penanganan stunting menjadi salah satu fokus melalui DAK fisik dan non-fisik yang mendukung penyediaan air minum, sanitasi, dan layanan kesehatan. Untuk hibah ke daerah, pemerintah juga akan melanjutkan berbagai proyek strategis seperti Mass Rapid Transit Project di Jakarta, Upland Project, serta program lingkungan seperti Bio Carbon, Bio CF, dan FFL di Jambi.