StockReview.id – PT Blue Bird Tbk (BIRD) memproyeksi pertumbuhan pendapatan dari momen Ramadhan hingga Lebaran 2024 bisa mencapai double digit.

Adrianto Djokosoetono Direktur Utama BIRD mengemukakan berdasarkan hasil survey Kemenhub, lebih dari 190 juta orang akan melaksanakan mudik tahun ini. Dari sini, pihaknya melihat tren pertumbuhan sektor transportasi masih akan meningkat.

“Kami sudah memperhitungkan mobilisasi arus mudik-balik serta dampaknya dalam penyusunan target untuk bertumbuh sampai dengan double digit,” paparnya.

Ia mengatakan, hal ini menjadi peluang bagi layanan Bluebird di beberapa wilayah di luar Jabodetabek untuk tumbuh. Pihaknya telah menyediakan berbagai touch point pemudik untuk mendukung first mile dan last mile.

Untuk mempersiapkan diri pada momen ini, BIRD mendukung mobilitas masyarakat selama mudik 2024 melalui optimalisasi seluruh lini bisnis dan armada.

Peningkatan utilisasi armada dilakukan dengan penambahan lebih dari 7.000 unit armada baru sejalan dengan alokasi belanja modal (capex) tahun ini.

“Standardisasi pelayanan prima dan pengemudi profesional juga menjadi fokus utama untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan pemudik,” imbuhnya.

Asal tahu saja, pada tahun ini Bluebird menganggarkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 2 triliun hingga Rp 2,5 triliun.

Dana capex tersebut akan digunakan untuk beberapa rencana, mulai dari proyek-proyek strategis, peremajaan armada, dan mendukung visi mobilitas berkelanjutan.

Sementara itu, pada kuartal III 2023 lalu BIRD berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 28,7% dengan nilai Rp 3,22 triliun, jika dibandingkan dengan pendapatan periode sama tahun sebelumnya di angka Rp 2,5 triliun.

Pertumbuhan pendapatan itu berhasil mendorong laba bersih BIRD naik 40,97% dengan nilai Rp 367,42 miliar, jika dibandingkan dengan laba di periode kuartal III 2022 sebesar Rp 260,62 miliar.