Market

Chandra Asri Pacific Catat Laba US$ 1,27 Miliar di Semester I-2025, Perkuat Diversifikasi Bisnis

×

Chandra Asri Pacific Catat Laba US$ 1,27 Miliar di Semester I-2025, Perkuat Diversifikasi Bisnis

Sebarkan artikel ini

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bukukan laba US$ 1,27 miliar di semester I-2025, pendapatan naik 237,70% berkat akuisisi Aster Chemicals dan IPO CDIA, perkuat diversifikasi bisnis ke energi, kimia, dan infrastruktur.

StockReview.id –PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berhasil membukukan kinerja gemilang pada semester I-2025 dengan mencatat laba bersih US$ 1,27 miliar, berbalik dari kerugian US$ 47,46 juta pada periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini sejalan dengan pendapatan yang melesat 237,70% secara tahunan (yoy) dari US$ 866,49 juta menjadi US$ 2,92 miliar.

Kenaikan pendapatan signifikan ini dipicu oleh kontribusi baru dari segmen bisnis kilang sebesar US$ 1,07 miliar, setelah TPIA merampungkan akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. dari Shell pada 1 April 2025. Akuisisi tersebut juga menghasilkan keuntungan dari pembelian dengan harga rendah (negative goodwill) yang langsung memperkuat bottom line perseroan.

Pendapatan dari segmen bisnis kimia naik 118,5% (yoy) menjadi US$ 1,79 miliar, sedangkan pendapatan infrastruktur tumbuh 33,26% (yoy) menjadi US$ 62,9 juta.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat TPIA, Suryandi, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari strategi diversifikasi bisnis yang agresif.

“Sejak awal tahun, Chandra Asri Group melakukan transformasi bisnis ke sektor energi, kimia, dan infrastruktur untuk mempertahankan kepemimpinan sekaligus melayani sektor-sektor strategis,” ujarnya.

Selain akuisisi, TPIA juga membawa PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melantai di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025 melalui IPO. Langkah ini memperluas portofolio di sektor infrastruktur sekaligus memperkuat posisi perseroan di pasar modal.

TPIA optimistis prospek industri kimia di semester II-2025 tetap positif, ditopang oleh permintaan domestik yang terus bertumbuh, meski diakui volatilitas harga bahan baku dan ketidakpastian geopolitik masih menjadi tantangan.

Perusahaan menyiapkan belanja modal (capex) Rp 8,8 triliun pada 2025, dengan realisasi hingga semester I-2025 mencapai US$ 174,5 juta atau setara Rp 2,84 triliun (kurs Rp 16.299/US$). Capex ini akan digunakan untuk proyek ekspansi strategis, integrasi aset hasil akuisisi, dan peningkatan fasilitas pendukung.

“Chandra Asri Group akan terus terbuka pada peluang akuisisi dan kemitraan strategis untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat portofolio investasi. Fokus kami adalah mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan serta menjadi mitra terpercaya bagi sektor-sektor strategis,” tegas Suryandi.