Kegiatan Logistik Berdampak Pandemi. Kegiatan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, di Jakarta, Senin (25/1/2021). Kegiatan logistik yang terdampak berat di masa pandemi di antaranya jasa angkutan barang moda udara dan laut hingga jasa angkutan truk peti kemas atau ekspor-impor. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

StockReview.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo didorong meneruskan proses transformasi. Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, BUMN fungsinya sebagai benteng ekonomi Indonesia. Secara korporasi perusahaan negara harus menjadi BUMN yang sehat. Jika sehat bisa menjadi penyeimbang ekonomi Indonesia.

“Percepatan yang kita lakukan berhasil karena kita sehat, kita bersatu, kita bergotong royong. Terima kasih untuk Pelindo atas kinerja dan pertumbuhan yang baik terutama saat pandemi Covid-19,” ujar Erick Thohir pada sesi Fire Briefing dalam kegiatan Forum Integrasi Pelindo di Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.

Transformasi dalam tubuh BUMN berhasil dengan baik karena adanya transformasi human capital dan business model. Lewat transformasi, Pelindo sudah berhasil menurunkan durasi (port stay dan cargo stay), selanjutnya standardisasi operasi dari timur ke barat harus sama.

Pascamerger, Pelindo masuk sebagai operator petikemas terbesar dengan ranking 8 di dunia. Ke depan, paling tidak masuk 5 besar. Pemerintah ingin membangun benteng ekonomi nasional, karena itu BUMN harus jadi global players.

Untuk itu Menteri BUMN menitipkan beberapa pesan. Pertama, roadmap global player sudah ada, tapi business model harus diperkaya. Kedua, benchmarking dan standardisasi, supaya kita juga punya aset di luar negeri yang standarnya bagus.

Ketiga, transparansi kepegawaian harus benar-benar dijaga. Terakhir, Erick Thohir mengungkapkan, pertemuan tersebut menjadi pertemuan pertama dan terakhir. “Saya akan berusaha menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Insan Pelindo saat saya berkunjung ke daerah-daerah, saya ingin message-nya sama dan berkesinambungan.”