Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – Bittensor, sebuah blockchain yang berfokus pada teknologi kecerdasan buatan (AI), mengalami gangguan akibat dugaan peretasan yang menargetkan beberapa wallet pengguna. Kondisi ini memaksa tim pengembang menghentikan operasi jaringan mereka.

Dalam sebuah pengumuman melalui kanal komunitas Discord Bittensor pada Rabu (3/7/2024), moderator menginformasikan bahwa semua transaksi di jaringan tersebut telah dihentikan sementara. Langkah ini diambil guna mencegah akses tidak sah selama proses investigasi berlangsung.

Lebih lanjut, Co-Founder Bittensor, Ala Shaabana, mengatakan dalam postingan X bahwa jaringan Bittensor kini berada dalam safe mode. Dalam mode ini, semua block akan tetap diproduksi, namun tidak ada transaksi yang diproses untuk sementara waktu.

Data dari penjelajah blockchain Bittensor mengungkapkan bahwa transaksi terakhir yang berhasil dieksekusi terjadi sekitar delapan jam lalu, tepatnya pada pukul 06.21 WIB.

Wallet Pengguna Jadi Sasaran Eksploitasi

Berdasarkan laporan dari ZachXBT melalui kanal Telegram-nya, sebanyak 32.000 Bittensor (TAO) senilai US$8 juta dilaporkan hilang akibat peretasan ini. ZachXBT menduga bahwa kebocoran private key menjadi pemicu serangan tersebut.

Pada awal Juni lalu, seorang pemegang token TAO juga mengalami peretasan dengan 28,2 ribu TAO senilai sekitar US$11,2 juta dikuras. Peretas kemudian memindahkan dana yang dicuri itu ke Ethereum dan mulai mengubah token TAO menjadi Ether dan USDC.

Akibat dari insiden ini, nilai TAO mengalami penurunan drastis lebih dari 15%, jatuh ke angka $227. Namun, harga token ini telah menunjukkan pemulihan dan berada di kisaran $239 saat artikel ini ditulis.