StockReview.id – Tesla Inc. dikabarkan mendekati kesepakatan awal untuk mendirikan pabrik di Indonesia. Keberadaan pabrik dibutuhkan oleh perusahaan milik Elon Musk tersebut dalam rangka pemanfaatan cadangan bahan baku pembuatan baterai yang terdapat di Tanah Air.

Dilansir dari Bloomberg, pabrik Tesla di Indonesia akan memproduksi sebanyak 1 juta mobil per tahun. Hal ini sejalan dengan ambisi Tesla yang ingin seluruh pabriknya secara global dapat mencapai kapasitas tersebut.

Menurut sumber Bloomberg, pembahasan terkait pendirian pabrik Tesla di Indonesia mencakup rencana untuk beberapa fasilitas yang melayani berbagai fungsi, termasuk produksi dan rantai pasokan.

Kesepakatan pendirian pabrik Tesla sampai saat ini belum tercapai atau ditandatangani dan bahkan masih bisa gagal.

Sumber yang mengetahui proses pembahasan tersebut telah meminta untuk tidak disebutkan namanya, sebab pembicaraannya bersifat rahasia.

“Elon Musk dan perwakilan Tesla tidak segera menanggapi email yang meminta komentar,” sebut Bloomberg Kamis (12/1).

Sementara itu, Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pembahasan dengan Tesla dipimpin langsung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
“Perwakilan kementerian tidak segera menanggapi permintaan komentar,” sambung Bloomberg.

Indonesia sudah lama dirayu Tesla. Presiden Joko Widodo sempat mengunjungi Elon Musk pada Mei tahun lalu dan mencapai kesepakatan pasokan nikel senilai US$ 5 miliar dengan produsen mobil asal Amerika Serikat tersebut pada Agustus silam.

Dalam wawancara pada Agustus lalu dengan Bloomberg News, Jokowi mengatakan bahwa dia ingin Tesla membuat mobil listrik di dalam negeri, bukan hanya baterai.
Pemerintah bersedia meluangkan waktu untuk meyakinkan Elon Musk agar melihat Indonesia lebih dari sekadar pemasok sumber daya utama.

Pabrik di Indonesia setidaknya akan menjadi pabrik Tesla ketiga di luar pasar asalnya di AS, bergabung dengan fasilitas di Shanghai dan dekat Berlin.

Meskipun Indonesia menawarkan pintu gerbang ke 675 juta konsumen di Asia Tenggara, Indonesia merupakan pasar yang sulit bagi pembuat mobil global dengan mobil berharga di bawah US$ 20.000 per unit merupakan penjualan terbesar.

Selama rapat pemegang saham tahunan Tesla pada bulan Agustus 2022, Elon Musk berharap Tesla akan membangun 10 hingga 12 pabrik secara global. Tesla juga sedang dalam pembicaraan akhir tahun lalu untuk membangun pabrik perakitan kendaraan listrik di Meksiko berdasarkan laporan Bloomberg bulan lalu.

Tesla pun menjadwalkan pertemuan dengan investor untuk membahas rencana ekspansi pada 1 Maret 2023. Tesla tampaknya terus melangkah dengan rencana penambahan kapasitas, meskipun tidak ada perkiraan untuk pengiriman kendaraan setiap tiga kuartal terakhir dan memproduksi sekitar 60.400 mobil lebih banyak daripada yang diserahkan kepada pelanggan selama rentang waktu tersebut.