Market

KAEF Siapkan Strategi Transformasi Bisnis Dorong Pertumbuhan 2026

×

KAEF Siapkan Strategi Transformasi Bisnis Dorong Pertumbuhan 2026

Sebarkan artikel ini

Kimia Farma siapkan strategi transformasi bisnis, digitalisasi, dan efisiensi untuk dorong pertumbuhan serta balikkan laba pada 2026.

Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan kinerja sepanjang 2026 melalui transformasi bisnis yang lebih terarah.

Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, menyampaikan bahwa fokus utama perseroan mencakup peningkatan profitabilitas, penguatan struktur keuangan, serta percepatan digitalisasi operasional.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah optimalisasi portofolio produk dengan menitikberatkan pada produk ber-margin tinggi dan memiliki potensi pertumbuhan besar. Di saat yang sama, perseroan juga melakukan rasionalisasi terhadap produk yang kurang optimal guna menciptakan portofolio yang lebih sehat dan kompetitif.

Selain itu, Kimia Farma memperkuat bisnis inti farmasi melalui efisiensi operasional di sektor manufaktur, optimalisasi jaringan distribusi, serta peningkatan penetrasi pasar di berbagai segmen, termasuk rumah sakit, ritel farmasi, dan pasar pemerintah.

Transformasi digital juga menjadi pilar utama. Perseroan terus mengembangkan infrastruktur teknologi informasi, mengoptimalkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP), serta memanfaatkan analitik berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat.

Digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus memperbaiki kualitas layanan kepada pelanggan.

Dari sisi keuangan, Kimia Farma melakukan penguatan melalui pengelolaan kewajiban yang lebih terstruktur, optimalisasi aset, serta penjajakan alternatif pendanaan strategis guna menjaga kesehatan finansial.

Dengan berbagai strategi tersebut, KAEF menargetkan pertumbuhan pendapatan pada kisaran single digit hingga low double digit di 2026, serta membidik perbaikan laba hingga berbalik positif.

Sebagai catatan, pada 2025 Kimia Farma masih mencatat rugi bersih sebesar Rp443,36 miliar, meskipun angka tersebut menurun signifikan dibandingkan rugi tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan tercatat sebesar Rp9,22 triliun atau turun 7,2% secara tahunan.