StockReview.id – PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencatat lonjakan laba bersih signifikan sepanjang 2025, namun pergerakan sahamnya masih berada dalam tekanan pasar.
Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp3,5 miliar, melonjak 218,18% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,1 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar meningkat menjadi Rp0,45 dari sebelumnya Rp0,15.
Dari sisi pendapatan, DADA mencatatkan kenaikan sebesar 16,47% menjadi Rp43,13 miliar. Meski demikian, beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi Rp20,19 miliar, sehingga pertumbuhan laba kotor relatif terbatas di level Rp22,93 miliar.
Di sisi operasional, beban usaha tercatat meningkat menjadi Rp13,63 miliar, sementara laba usaha justru sedikit menurun menjadi Rp9,3 miliar. Namun, penurunan beban keuangan menjadi Rp4,81 miliar dari sebelumnya Rp7,66 miliar turut menopang peningkatan laba bersih.
Secara neraca, total ekuitas perseroan naik menjadi Rp355,7 miliar, sementara liabilitas menurun menjadi Rp283,74 miliar. Total aset tercatat sedikit turun menjadi Rp639,44 miliar.
Meski kinerja keuangan menunjukkan perbaikan, saham DADA masih bergerak fluktuatif dan cenderung melemah. Hingga pertengahan April 2026, harga saham berada di level Rp50, turun sekitar 27,54% dalam enam bulan terakhir dari posisi Rp69.
Pergerakan saham yang volatil bahkan sempat menyentuh rentang ekstrem dari Rp4 hingga Rp178, mencerminkan tingginya risiko bagi investor, terutama ritel.
Dengan kondisi tersebut, meski fundamental menunjukkan perbaikan, arah pergerakan saham DADA masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan kepercayaan investor.






