PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menghabiskan dana Rp393,97 miliar untuk aktivitas eksplorasi di tiga daerah yaitu Tujuh Bukit di Jawa Timur, Pulau Wetar di Maluku Barat Daya, dan Pani di Gorontalo. Kegiatan eksplorasi tersebut dilakukan sepanjang kuartal IV 2022 atau pada Oktober hingga Desember tahun lalu.

Eksplorasi di daerah Tujuh Bukit difokuskan pada sumber daya tembaga emas dan emas perak. Sementara di daerah Pulau Wetar difokuskan pada sumber daya tembaga, serta di daerah Pani difokuskan pada eksplorasi sumber daya emas.

Perseroan mengungkap, eksplorasi emas dan tembaga di proyek Tujuh Bukit menelan biaya Rp194,3 miliar yang terdiri dari pemeliharaan terowongan, pengeboran definisi sumber daya bawah tanah, dan pekerjaan tes terkait.

“Semua pekerjaan diselesaikan melalui perjanjian kerja antara perseroan dan PT Merdeka Mining Servis, dengan metode pengujian pengeboran dari bawah tanah dan permukaan dengan pekerjaan tes terkait,” dikutip dari laporan tertulis MDKA.

Kawasan yang dipilih untuk pelaksanaan pengeboran saat ini adalah dalam area deposit porfiri Tujuh Bukit yang meliputi wilayah terbesar, yang mengandung kadar tinggi tembaga dan emas yang diketahui dari hasil pengeboran hingga saat ini, dan berada pada posisi yang tepat untuk pengeboran dari lokasi terowongan saat ini.

Hasil kegiatan eksplorasi emas dan tembaga pada proyek Tujuh Bukit yakni, 8 rig pengeboran bawah tanah melakukan pengeboran definisi sumber daya dengan total kedalaman pengeboran sebesar 11.180,3 meter, serta 2 rig pengeboran di permukaan telah selesai dengan total sebesar 1.314,1 meter.

“Pengeboran bawah tanah akan terus dilanjutkan dengan menggunakan 6 rig pengeboran berlian dan 2 rig di permukaan,” lanjut manajemen perseroan.

Adapun, eksplorasi emas dan perak di proyek Tujuh Bukit menghabiskan dana sebesar Rp46,1 miliar yang terdiri dari pengeboran definisi sumber daya dekat tambang dan pekerjaan eksplorasi regional.