Market

MPPA Rights Issue Rp1,19 Triliun MLPL Siap Serap

×

MPPA Rights Issue Rp1,19 Triliun MLPL Siap Serap

Sebarkan artikel ini

MPPA gelar rights issue Rp1,19 triliun, MLPL siap jadi standby buyer dengan komitmen hingga Rp980 miliar untuk memperkuat modal.

Michael Tambah Koleksi Saham Petrosea, Investasi Rp2,03 Miliar
Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bersiap melakukan aksi korporasi melalui rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) VIII dengan target dana maksimal mencapai Rp1,19 triliun.

Dalam aksi ini, MPPA akan menerbitkan hingga 23,99 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan Rp50 per saham. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 64,92% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.

Setiap pemegang 114 saham lama yang tercatat pada 17 Juni 2026 berhak memperoleh 211 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan yang telah ditentukan.

Perdagangan HMETD dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 19 Juni hingga 25 Juni 2026, yang juga menjadi batas akhir pelaksanaan hak tersebut.

Manajemen menegaskan bahwa saham baru yang diterbitkan memiliki hak yang sama dengan saham lama, termasuk hak suara dan pembagian dividen.

Dalam aksi ini, pemegang saham utama, PT Multipolar Tbk (MLPL), menyatakan komitmennya untuk menyerap hak yang dimiliki sebanyak 12,03 miliar saham dengan nilai sekitar Rp601,61 miliar.

Selain itu, MLPL juga akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) dengan potensi penyerapan tambahan hingga Rp378,38 miliar. Dengan demikian, total komitmen MLPL dalam rights issue ini dapat mencapai sekitar Rp980 miliar.

MPPA menjelaskan bahwa jika terdapat sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang HMETD, maka akan dialokasikan kepada investor yang melakukan pemesanan tambahan secara proporsional. Sementara itu, sisa saham yang tidak terserap akan dibeli oleh MLPL sesuai perjanjian.

Aksi korporasi ini menjadi bagian dari upaya MPPA untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung strategi bisnis ke depan.