StockReview.id – Tingkat bunga surat utang korporasi berperingkat tinggi mulai menunjukkan tren penurunan. Hal ini tercermin dari langkah PT Pegadaian yang resmi menawarkan obligasi berkelanjutan VI tahap III tahun 2025 dengan total nilai Rp2,23 triliun. Emiten yang mengantongi peringkat idAAA dari Pefindo tersebut memberikan kupon yang lebih rendah dibandingkan penerbitan sebelumnya.
Berdasarkan prospektus yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), penawaran obligasi terdiri dari dua seri. Seri A memiliki tenor 370 hari dengan kupon tetap 6,1% dan nilai Rp1,87 triliun. Seri B ditawarkan dengan tenor tiga tahun, kupon tetap 6,2% per tahun, serta nilai Rp362 miliar.
Selain obligasi, Pegadaian juga menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap V Tahun 2025 senilai Rp1,62 triliun. Sukuk ini hadir dalam dua seri dengan struktur yang sama. Seri A bertenor 370 hari ditawarkan Rp1,45 triliun dengan imbal hasil 6,1%, sementara Seri B dengan tenor tiga tahun bernilai Rp165 miliar menawarkan imbal hasil 6,2% per tahun.
Tingkat bunga ini lebih rendah dibanding penerbitan surat utang pada 2 Juni 2025. Saat itu, Pegadaian menawarkan kupon 6,65% untuk tenor 370 hari dan 6,8% untuk tenor tiga tahun. Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar 41 hingga 60 basis poin (bps). Penyesuaian ini sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia yang memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 5% pada Agustus 2025, sekaligus menjadi pemangkasan keempat di tahun ini.
Masa penawaran obligasi dan sukuk berlangsung pada 27–29 Agustus 2025. Penjatahan dijadwalkan pada 1 September, distribusi serta pengembalian dana pemesanan pada 3 September, dan pencatatan di BEI pada 4 September 2025. Pegadaian menunjuk tujuh penjamin pelaksana emisi, yaitu BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, Bank Niaga Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Indo Premier Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.