StockReview.id – Pemerintah menawarkan Saving Bond Ritel (SBR) dengan dua tipe yakni SBR012-T2 dan SBR012-T4. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto mengungkapkan jika surat utang ini memiliki tenor 2 tahun dan 4 tahun.

Dengan dua jenis ini maka investor bisa membeli surat utang ini dengan jumlah yang lebih besar. Suminto menyebutkan untuk tenor 2 tahun masyarakat bisa membeli nominal Rp 5 miliar, untuk SBR tenor 4 tahun bisa membeli Rp 10 miliar setiap investor.

“Tentu diperkenalkan, fitur baru ini tenor lebih panjang dan jumlah lebih besar untuk memenuhi kebutuhan investor ritel kita,” ujar dia dalam peluncuran SBR012.

Suminto menjelaskan untuk SBR ini memberikan imbal hasil yang kompetitif. Kemudian dari sisi perpajakan dikenakan tarif pajak yang lebih rendah dari instrumen keuangan yang setara seperti deposito yaitu 10%. Saat ini pajak deposito 20%.

“Kami harap SBR 012 maupun SBN ritel selanjutnya pada tahun ini tetap terus memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk melakukan pemesanan dan pembelian SBN ritel kita baik melalui perluasan mitra distribusi dan kemudahan akses transaksi secara online,” ujarnya.

Sekadar informasi, SBR ritel mendapatkan sambutan dan antusiasme yang baik dari masyarakat. Jumlah yang berhasil diterbitkan Rp 107 triliun yang menjangkau 186 ribu investor. Angka ini tumbuh 42% dibanding tahun sebelumnya. Dalam investor baru pertubuhan lebih tinggi yaitu 52%.