StockReview.id – Emiten tambang batu bara PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) akan membagikan dividen tengah tahun atau interim sebesar Rp350 per lembar bagi pemodal yang tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada penutupan perdagangan bursa tanggal 24 November 2022.

Dalam keterangan resmi emiten tambang batu bara itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/11/2022) bahwa pembayaran dividen tunai itu dikirim ke Rekening Dana Nasabah pada tanggal 14 Desember 2022.

Adapun besaran dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham kali ini mengalami kenaikan cukup tinggi dari pada dividen interim tahun 2021 yang dibagikan sejumlah USD52,59 juta, setara dengan Rp749,50 miliar atau Rp211 per lembar saham.

Sementara itu, total nilai dividen tunai sebesar Rp1,244 triliun atau senilai USD79,29 juta itu berasal dari laba bersih periode yang berakhir 30 September 2022 yang tercatat senilai USD256,16 juta.

Komposisi pemegang saham, maka PT Edika Agung Mandiri akan menerima 61,2 persen dari nilai dividen interim. PT Prima Andalan Prima akan menerima 27,9 persen. Sedangkan investor publik akan memperebutkan 10 persen dari total dividen.

Pendapatan MCOL di kuartal III-2022 melonjak sangat signifikan jadi USD746,55 juta dari sebelumnya hanya USD376,64 juta. Perseroan mengontrol beban pokok pendapatan di angka USD369,94 juta naik dari sebelumnya USD185,42 juta. Sehingga laba bruto MCOL tercatat USD376,94 juta atau naik dari USD191,22 juta.

Data keuangan MCOL per 30 September 2022 menunjukkan bahwa perseroan memiliki ekuitas USD547,98 juta dan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya senilai USD392,46 juta. Tanggal cum dan ex dividen di pasar reguler dan pasar gesosiasi pada tanggal 22 dan 23 November 2022. Cum dan ex dividen di pasar tunai pada tanggal 24 dan 25 November 2022.

Laba Periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat USD256,16 jutaterbang dari laba di periode sma tahun 2022 senilia USD129,11 juta.Sehingga laba per saham dasar MCOL melonjak ke USD0,07205 dari sebelumnya hanya USD,0,03631 per saham dasar. Bahkan perseroan mencatatkan kas neto diperoleh dari aktivitas operasi senilai USD237,48 juta atau naik dari sebelumnya USD127,89 juta.