StockReview.id – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,09 triliun atau setara 88,6% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp1,23 triliun.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 April 2026. Dengan total tersebut, pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp37 per saham.
Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp647,8 miliar atau Rp22 per saham pada November 2025. Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibagikan mencapai Rp441 miliar atau setara Rp15 per saham.
Adapun jadwal pembagian dividen tunai tersebut direncanakan akan cair pada 7 Mei 2026, sehingga menjadi momentum bagi investor untuk memperoleh imbal hasil dari kinerja perusahaan sepanjang tahun lalu.
Dari sisi kinerja, SIDO mencatat penjualan sebesar Rp4,08 triliun atau tumbuh 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski dihadapkan pada tantangan seperti konsumsi masyarakat yang selektif, fluktuasi nilai tukar, serta dinamika harga bahan baku, perseroan mampu menjaga profitabilitas.
Hal ini tercermin dari margin operasi sebesar 38% dan margin laba bersih mencapai 30%, yang menunjukkan efisiensi dan kekuatan bisnis perusahaan di sektor herbal dan farmasi.
Selain itu, kontribusi pasar ekspor juga terus meningkat. Penjualan ekspor tercatat tumbuh 31% dengan kontribusi sebesar 9% terhadap total penjualan, didorong oleh pasar seperti Malaysia, Nigeria, dan Filipina.
Konsistensi pembagian dividen dengan rasio tinggi ini menegaskan komitmen SIDO dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sekaligus mencerminkan fundamental keuangan yang solid.











