StockReview.id – Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memberi sinyal peningkatan pembagian dividen kepada para pemegang saham. Perseroan berencana mengusulkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 30% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp3,5 triliun.
Dengan rasio tersebut, total dividen yang berpotensi dibagikan kepada investor diperkirakan mencapai sekitar Rp1,05 triliun. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan pembagian dividen tahun sebelumnya.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa rencana kenaikan dividen ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan imbal hasil kepada pemegang saham atau return on equity (ROE).
Pada tahun buku 2024, BTN membagikan dividen tunai sebesar Rp751,83 miliar atau sekitar 25% dari laba bersih Rp3 triliun. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 26 Maret 2025.
Sementara itu, tren pembagian dividen BTN dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat. Pada tahun buku 2023, bank spesialis pembiayaan perumahan tersebut membagikan dividen sebesar Rp700,19 miliar atau Rp49,89 per saham, setara dengan rasio 20% dari laba bersih Rp3,5 triliun.
Adapun pada tahun buku 2022, BTN menyalurkan dividen sebesar Rp609 miliar atau Rp43,39 per saham, yang juga mencerminkan dividend payout ratio sebesar 20% dari laba bersih Rp3,04 triliun. Peningkatan rasio dividen ini menunjukkan komitmen BTN dalam memberikan nilai tambah bagi para investor sekaligus menjaga kinerja keuangan perusahaan tetap sehat.












