StockReview.id – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatatkan total volume penjaminan sebesar Rp247,57 triliun hingga akhir tahun 2025. Dari total tersebut, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi fokus utama dengan porsi penyaluran yang signifikan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, mengungkapkan bahwa perseroan telah menjamin sebanyak 5,56 juta pelaku UMKM. Jumlah ini menunjukkan peningkatan kontribusi yang konsisten dalam mendukung pembiayaan sektor produktif selama satu dekade terakhir.
Secara kumulatif, sepanjang periode 2015 hingga 2025, nilai penjaminan kepada UMKM telah mencapai Rp1.200 triliun. Angka tersebut mencerminkan peran strategis Jamkrindo dalam memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha yang belum sepenuhnya bankable.
Penjaminan kredit dinilai memiliki fungsi penting dalam menjaga kualitas portofolio perbankan. Dengan adanya skema ini, risiko gagal bayar dapat lebih terkelola sehingga meningkatkan kepercayaan perbankan dalam menyalurkan kredit, termasuk ke sektor UMKM.
Selain itu, Jamkrindo terus memperkuat kolaborasi dalam ekosistem keuangan digital melalui integrasi sistem dan pemanfaatan teknologi. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang lebih kuat antar pelaku industri keuangan nasional.
Skema penjaminan juga berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi penyaluran pembiayaan. Dengan berkurangnya ketergantungan pada agunan fisik, proses kredit menjadi lebih cepat, terjangkau, dan berkualitas bagi debitur.
Ke depan, Jamkrindo bersama mitra strategis akan terus mendorong penyaluran kredit yang berkelanjutan serta menjembatani UMKM agar lebih mudah mengakses pembiayaan formal. Upaya ini diyakini dapat meningkatkan produktivitas, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya beli masyarakat.
Dalam situasi krisis, penjaminan kredit juga berperan sebagai penyangga risiko sistemik dengan menjaga aliran pembiayaan tetap berjalan, sehingga membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional.












