StockReview.id – Emiten otomotif Putra Mandiri Jembar (PMJS) mencatatkan lonjakan kinerja signifikan pada kuartal pertama 2025 dengan laba bersih sebesar Rp30,69 miliar, meningkat 97,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp15,55 miliar.
Seiring pertumbuhan tersebut, laba per saham dasar dan dilusian naik menjadi Rp2,23 dari sebelumnya Rp1,13. Kinerja impresif ini ditopang oleh lonjakan penjualan bersih yang mencapai Rp2,44 triliun atau tumbuh 27,37 persen dari Rp1,9 triliun.
Namun, beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp2,24 triliun dari Rp1,76 triliun, sehingga laba kotor tercatat Rp177,78 miliar, naik dari Rp135,92 miliar. Di sisi operasional, beban penjualan dan pemasaran meningkat menjadi Rp87,46 miliar, sementara beban umum dan administrasi naik menjadi Rp53,55 miliar.
Beban keuangan mengalami lonjakan signifikan menjadi Rp7,2 miliar dari Rp1,58 miliar. Meski demikian, penghasilan keuangan turut meningkat menjadi Rp6,73 miliar. Perseroan juga mencatat penghasilan lainnya sebesar Rp13,19 miliar, meskipun menurun dibandingkan periode sebelumnya.
Total beban usaha tercatat Rp128,32 miliar, meningkat dari Rp108,87 miliar, dengan beban pajak mencapai Rp11,52 miliar. Secara keseluruhan, laba bersih periode berjalan tercatat Rp37,94 miliar, melonjak dari Rp19,57 miliar.
Dari sisi neraca, total ekuitas meningkat menjadi Rp3,28 triliun, sementara liabilitas naik menjadi Rp4,8 triliun. Total aset perseroan juga tumbuh signifikan menjadi Rp8,08 triliun dari Rp7,11 triliun.
Selain kinerja keuangan, perseroan juga mencatat langkah strategis melalui transaksi jumbo senilai Rp10,83 triliun. Transaksi ini melibatkan entitas anak usaha, Dipo Internasional Pahala Otomotif (DIPO), dengan Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) dalam pengadaan 20.600 unit truk 6 ban.
Kontrak tersebut efektif setelah penerbitan bank garansi dari Bank Negara Indonesia (BNI) serta pembayaran uang muka sebesar Rp2,84 triliun. DIPO sebagai dealer resmi Krama Yudha Tiga Berlian Motors akan menyediakan unit kendaraan lengkap dengan layanan purna jual guna mendukung operasional program pengadaan.
Langkah ekspansi ini diharapkan semakin memperkuat kinerja perseroan sekaligus membuka peluang pertumbuhan berkelanjutan di sektor otomotif dan logistik nasional.












