StockReview.id – Memulai tahun 2026, industri otomotif di Indonesia mengalami sedikit pemulihan di produksi kendaraan roda empat. Tetapi dengan adanya konflik Iran-US serta memanasnya geopolitik Timur Tengah memberikan sedikit tantangan selama tahun 2026, terutama terkait dengan lonjakan harga bahan baku dan logistik. Walaupun begitu, Perseroan masih optimistis dapat mempertahankan pangsa pasar dan keuntungan.
PT Garuda Metalindo Tbk, berhasil membukukan pertumbuhan penjualan bersih dan laba bersih di kuartal I 2026 sebesar 14,58 persen dan 36,26 persen dibandingkan dengan kuartal I 2025 yang didorong peningkatan market share di industry kendaraan roda 4 (penumpang & komersil) dan ekspor. Pertumbuhan laba bersih terutama disebabkan oleh harga material yang cukup stabil dan efisiensi biaya operasional di internal Perseroan.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan, penjualan mobil (wholesale) sampai dengan kwartal pertama tahun 2026 mencapai 209.021 unit, tumbuh 1,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 205.527 unit.
Sedangkan penjualan sepeda motor, merujuk dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sampai dengan kwartal pertama tahun 2026 hanya mencapai 1,61 juta unit, turun 4,11% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025 sebanyak 1,68 juta unit.

Terkait dengan eskalasi konflik Iran-US yang memicu ketidakpastian rantai pasok global dan lonjakan harga logistik, Perseroan sudah mengambil langkah-langkah cepat melalui kontrak pembelian bahan baku jangka panjang dengan pemasok strategis, efisiensi operasional di lini produksi dan penyesuaian harga jual secara selektif ke pelanggan sehingga dapat terus mempertahankan dan meningkatkan marjin keuntungan Perseroan ke depannya secara berkelanjutan.
PT Garuda Metalindo Tbk terus melakukan beberapa langkah penting untuk meningkatkan kinerja di tahun 2026 yaitu pengembangan sumber daya manusia, digitalisasi proses produksi serta meningkatkan efisiensi dan produktifitas secara berkelanjutan.

Kuartal I 2026 menunjukkan resiliensi BOLT di tengah dinamika industri. Strategi kami untuk memperbesar porsi ekspor dan industri alat berat serta meningkatkan market share di existing customer mulai memberikan hasil. Kami optimis momentum ini berlanjut seiring pemulihan produksi otomotif nasional dan global.
PT Garuda Metalindo Tbk terus mengikuti perkembangan dari kendaraan listrik (EV) di Indonesia dan dunia. Beberapa perusahaan otomotif terkemuka dunia sudah mulai membangun pabrik dan berinvestasi di Indonesia untuk mengembangkan produk kendaraan listrik seperti: Wuling, BYD, Chery, Sunra Group, Yadea, dll. Dorongan pemerintah atas produksi dan penggunaan kendaraan listrik akan berdampak positif terhadap penjualan Perusahaan ke depannya.

Penetrasi bisnis PT Garuda Metalindo Tbk ke pasar global akan tetap terus dilakukan melalui beberapa kegiatan yang telah dibangun di tahun-tahun sebelumnya. Dengan kondisi geopolitik antara US dan berbagai negara di dunia, Perusahaan memiliki peluang yang signifikan untuk meningkatkan pangsa ekspornya di pasar Amerika. Perusahaan tetap menargetkan untuk meningkatkan ekspor ke negara produsen utama kendaraan bermotor seperti Amerika Serikat, Eropa dan India.
Di tahun 2026 ini, Perseroan gencar melakukan ekspansi pasar ke industri alat berat, infrastruktur dan industri umum lainnya untuk membuka peluang pertumbuhan yang signifikan di luar industri otomotif, yang didukung oleh pasar Indonesia yang sangat besar.







