StockReview.id – PT Astra International (ASII) mencatat kenaikan penjualan mobil sepanjang Januari hingga April 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Astra mencapai 143.365 unit atau tumbuh sekitar 4 persen dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 137.788 unit.
Kontributor terbesar penjualan berasal dari Toyota dan Lexus dengan total 86.574 unit. Selanjutnya disusul Daihatsu sebanyak 48.280 unit, Isuzu 8.250 unit, dan UD Trucks 261 unit.
Secara nasional, penjualan mobil Indonesia mencapai 289.787 unit atau naik 12 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 257.647 unit. Meski mengalami pertumbuhan, market share Astra turun menjadi 49 persen dari sebelumnya 53 persen.
Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, mengatakan pertumbuhan penjualan Astra didukung peningkatan segmen kendaraan komersial, terutama Daihatsu Gran Max yang menopang kebutuhan mobilitas dan usaha konsumen. Selain itu, pengiriman Toyota Veloz Hybrid sejak Februari 2026 turut membantu mendongkrak penjualan perusahaan.
Di sisi lain, merek non-Astra seperti BYD dan Denza mencatat lonjakan penjualan signifikan hingga 19.247 unit atau naik 53,37 persen secara tahunan. Mitsubishi juga membukukan pertumbuhan 24,13 persen menjadi 35.367 unit, sementara Suzuki naik 31,85 persen menjadi 24.154 unit. Sebaliknya, Honda mengalami penurunan penjualan sebesar 37,27 persen menjadi 15.893 unit.
Segmen mobil low cost green car (LCGC) juga mengalami tekanan. Penjualan LCGC nasional selama Januari-April 2026 tercatat 37.823 unit atau turun 24,95 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 50.400 unit.
Selain kinerja penjualan, Astra juga membagikan dividen total Rp15,67 triliun atau sekitar 48 persen dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp32,77 triliun. Investor akan memperoleh dividen Rp390 per saham, termasuk dividen interim Rp98 per saham yang telah dibayarkan pada Oktober 2025 lalu.
Dengan demikian, sisa dividen yang akan dibagikan mencapai Rp292 per saham atau setara Rp11,71 triliun. Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 25 Mei 2026.












