StockReview.id – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menilai bisnis asuransi kesehatan di Indonesia pada 2026 masih memiliki prospek pertumbuhan yang positif.
Chief Customer, Marketing, and Product Officer AXA Mandiri, Theodores Tangke, menyampaikan bahwa tren ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan.
Menurutnya, upaya kolaboratif berbagai pihak dalam meningkatkan literasi asuransi menjadi salah satu faktor utama yang menopang prospek industri ke depan.
Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, AXA Mandiri menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya dengan mengembangkan produk asuransi yang lebih fleksibel, personal, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Perusahaan juga menekankan pentingnya digitalisasi layanan guna meningkatkan kenyamanan nasabah. Penguatan platform digital dilakukan dengan menghadirkan fitur pembelian polis, pembayaran premi, hingga proses klaim yang lebih mudah dan cepat.
Selain itu, AXA Mandiri turut memanfaatkan ekosistem digital Bank Mandiri, termasuk integrasi dengan aplikasi Livin’ by Mandiri untuk memperluas akses layanan kepada nasabah.
Di sisi lain, perusahaan juga akan memperluas penetrasi pasar melalui kampanye edukasi berkelanjutan terkait pentingnya perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan.
AXA Mandiri optimistis langkah tersebut tidak hanya mampu menjangkau nasabah baru, tetapi juga memperkuat basis premi secara berkelanjutan.
Berdasarkan laporan keuangan, hingga Februari 2026 AXA Mandiri mencatatkan perolehan premi sebesar Rp1,63 triliun, dengan total klaim yang telah dibayarkan mencapai Rp257,60 miliar.












